Category Archives: Tips Belajar Bahasa Jepang

Beberapa Hal Sebelum Belajar Bahasa Jepang

shibuya - world's busiest intersection
Sebelum mulai belajar tata bahasa Jepang, ada beberapa hal mengenai bahasa Jepang yang mungkin perlu untuk pengetahuan dasar.

1. Huruf yang dipakai ada 4 macam, yaitu kanji, kana yaitu hiragana dan katakana, serta romaji (alfabet ABC). Ini semua harus dihapalkan, ya… sedikit demi sedikit, bisa dihapalkan dalam setahun. Tabel hiragana dan katakana bisa diunduh di sini.

2. Tata bahasa Jepang meletakkan kata kerja di akhir kalimat sehingga terbalik dari bahasa Indonesia dan Inggris, tetapi sangat mirip dengan tata bahasa Korea.

Bahasa Indonesia : Saya makan roti.

Bahasa Jepang : Watashi wa pan o tabemasu. 私はパンを食べます。

(watashi : saya, pan : roti, o : partikel penanda bahwa ‘pan‘ adalah objek, tabemasu : bentuk masu dari taberu, artinya makan)

3. Kalau Anda serius dan yakin ingin menguasai bahasa Jepang sebaiknya tahu cara menggunakan kamus, bisa kamus online atau kamus elektronik atau kamus biasa.

4. Ada beberapa jenis ujian bahasa Jepang untuk orang asing. Yang paling terkenal adalah JLPT (Japanese Language Proficiency Test) atau Uji Kemampuan Bahasa Jepang yang diselenggarakan Monbukagakushou (Kementerian Pendidikan Jepang). Yang paling mudah adalah tingkat N5. Tertinggi N1, yang merupakan target paling bergengsi bagi pembelajar bahasa Jepang. Bagus untuk memberikan motivasi belajar lebih lanjut.

Universitas Jepang banyak yang mensyaratkan kelulusan tingkat N1 pada calon mahasiswa asing. Perusahaan Jepang di Indonesia juga lebih menyukai pemilik sertifikat JLPT, terutama tingkat N2 dan N1. Selain JLPT, ada juga J-Test, dan BJT atau Business Japanese Test (kabarnya akan berakhir tahun ini karena bangkrut).

5. Untuk menampilkan huruf Jepang dengan baik dan mengetik dengan huruf Jepang, tidak perlu beli software baru, tetapi Anda perlu tahu cara menyetel Control Panel pada komputer Anda.

6. Beberapa tips pengucapan, baca di sini.

Tentang Huruf Jepang

Hiragana

Hiragana, menurut saya, merupakan yang paling utama dipelajari karena kurang lebih 60% bagian dari kalimat bahasa Jepang menggunakan hiragana. Hiragana merupakan lambang bunyi a i u e o, ka ki ku ke ko, dan seterusnya sehingga bisa menggantikan kanji dan seluruh kalimat Jepang bisa saja ditulis dengan hiragana semua. Namun karena bahasa Jepang tidak mengenal spasi, kalimat yang terdiri dari hiragana semua menjadi sulit dibaca. Jadi sebetulnya kanji itu mempermudah pemahaman arti. Tetapi ada perkecualian juga. Buku cerita anak usia rendah biasa menggunakan hiragana dan tanpa kanji, tetapi dengan memberikan spasi di antara kata.

Hiragana konon diturunkan dari kanji (ada beberapa buku bahasa Jepang yang menunjukkan bagaimana kanji tertentu diubah bentuknya menjadi hiragana). Bentuk hiragana bulat-bulat, banyak lengkungan, dan sejarah awalnya digunakan oleh kaum wanita.

Katakana

Selanjutnya, katakana, yang juga merupakan lambang bunyi dan turunan kanji seperti hiragana, tetapi dengan bentuk yang tajam-tajam, banyak garis-garis lurus, dan sejarahnya digunakan oleh kaum pria saja. Katakana digunakan untuk menulis kata-kata pinjaman dari bahasa asing (termasuk nama orang asing), nama tumbuhan dan hewan, kata-kata onomatope, kata seru, dan untuk memberikan penekanan pada kata.

Saya ingat orang Jepang banyak yang melafalkan bahasa Inggris seperti menggunakan bunyi katakana. Misalnya, “this is a pen” menjadi ディス・イズ・ア・ペン。(baca: “disu izu a pen”). Pertama dengar ya bingung. Lama-lama terbiasa, dan kalau sudah menangkap prinsip penggantian bunyi bahasa Inggris ke bunyi katakana, cukup membantu dalam menguasai kosa kata Jepang yang baru. Misalnya, hotel (bahasa Inggris), bahasa Jepangnya adalah “hoteru/ホテル”. Kalau terpaksa, lupa bahasa Jepangnya apa, istilah bahasa Inggris bisa kita ganti saja ke bunyi katakana, dan suka nyambung juga.

Kanji

Kanji, yang mengintimasi karena ada banyak sekali. Ada yang mengatakan jumlah kanji ada 10.000 sampai 40.000. Entahlah yang mana yang benar, tetapi sebagai untuk hidup sehari-hari hanya perlu hapal Joyou Kanji atau kanji yang dipakai sehari-hari(1945 huruf). Jouyou Kanji kabarnya akan ditambah lagi tahun ini oleh Monbukagakushou. Huh, pingsan dulu ah. Lihat di sini. Sedangkan cara penulisan kanji untuk tiap level JLPT (dari N5 sampai N1) bisa lihat di sini.

Kita sambung lain kali ya. Sampai nanti. Mata ne.

Belajar Bahasa Jepang, Memulainya dari Mana Ya?

Shinjuku Desu!Saya mulai belajar bahasa Jepang usia 19 tahun, dan saya pernah berkenalan dengan ibu-ibu Jepang yang menjadi penerjemah bahasa Indonesia, dan menurut ceritanya dia mulai belajar bahasa Indonesia usia 30 tahun sebagai hobi. Jadi sebetulnya tidak ada kata terlambat ya, asal niat dan motivasi belajar tetap terjaga.

Mengapa Anda ingin belajar bahasa Jepang? Saya dulu tinggal di Jepang sehingga tidak ada pilihan lain (alasan yang tidak menginspirasi hahaha).

Karena saya cukup sering ditanya, dari mana mulainya kalau ingin belajar bahasa Jepang? Dari mana ya? Saya bingung juga. Ya dari awal. Tetapi di manakah “awal” itu?

Tergantung.
Anda siapa, dan tujuan Anda apa.

Misalnya nih, saya punya anak bayi. Yang pertama kali saya ajarkan pada dia, pasti bukan “jiko shoukai” (自己紹介/perkenalan diri). Pasti bukan:
Konnichiwa. Kanae to moushimasu. Indoneshia kara kimashita. Douzo yoroshiku onegai shimasu. (Selamat siang. Nama saya Kanae. Saya datang dari Indonesia. Salam kenal.)
Saya akan mulai dari kata-kata seperti “oppai” (susu ibu), “hoshii” (mau), “choudai” (minta), “wanwan” (bahasa anak kecil untuk “anjing”), dan sebagainya yang mudah ditemukan sehari-hari dalam kehidupan seorang bayi yang baru belajar bicara.

Waktu di kelas bahasa dulu, saya dan kawan-kawan dipersiapkan untuk mengikuti kuliah. Dan untuk kuliah perlu membaca buku sehingga penekanan pelajarannya pada hapalan kanji dan tata bahasa, terutama tata bahasa tulisan, yang kaku dan jarang muncul dalam percakapan. Menurut saya agak membosankan, dan sebetulnya saya lebih suka bahasa Jepang yang praktis, untuk percakapan sehari-hari dan bisa dipakai untuk menonton acara TV Jepang.

Di Indonesia saya pernah juga merasakan kursus bahasa Jepang. Saya rasa mayoritas pesertanya orang kantoran yang hanya perlu percakapan dengan atasan yang orang Jepang, tidak perlu bisa membaca dan menulis, dan mungkin itu sebabnya seluruh pelajaran dituliskan dengan huruf romaji (alfabet ABC), bukan huruf-huruf Jepang (hiragana, katakana, dan kanji). Kalau ingin menjadi penerjemah, saya rasa lebih baik belajar huruf Jepang sedini mungkin daripada huruf romaji. Kalau ingin chatting lewat Twitter dengan orang Jepang pun, lebih baik Anda ketik hiragana semua daripada huruf romaji semua. Kalau romaji biasanya mereka bingung. Saya kurang tahu kenapa bingung padahal kan mengetik di komputer pasti dengan cara membaca romaji ya. Entahlah, saya belum pernah konfirmasi mengapa begitu pada orang Jepang hehe.

Sedangkan ibu-ibu Indonesia yang baru belajar bahasa Jepang, di Jepang, mungkin belajar bahasa Jepangnya mulai dari tempat yang lain lagi. Mungkin dari belajar istilah-istilah yang dekat dengan dunia ibu-ibu dulu, seperti miso (tauco Jepang), komugiko (tepung terigu), tamago (telur), su-pa- (pasar swalayan), hoikuen (taman penitipan anak), dan sebagainya. Bukaan… ini bukan diskriminasi gender… Saya dulu menikmati sekali jadi ibu rumah tangga di Jepang.

Saya rasa enaknya belajar sambil hidup di Jepang, karena meskipun awalnya tersiksa, merasa buta huruf dan tidak mengerti orang lain bilang apa, proses belajar terasa nikmat lantaran orang Jepang kebanyakan sabar-sabar, sopan, dan berusaha menolong. Saya bisa belajar sesuai kecepatan saya sendiri. Begitu maksud saya tersampaikan rasanya senang sekali, sedangkan kalau tidak bisa saya tidak diledeki. (Mungkin karena dari tampang saya sudah aneh sendiri, pakai jilbab, yang berani mendekati saya cuma mereka yang berpikiran terbuka dan baik-baik saja.)

Meskipun pengalaman tinggal di Jepang bisa jadi nilai plus, untuk menjadi penerjemah bahasa Jepang rasanya kok tidak wajib juga tinggal di Jepang dulu. DVD anime, drama, dan film Jepang dengan mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan komik dan buku Jepang edisi bunko dan shinsho (buku edisi kecil yang ringan dan mudah dibawa ke mana-mana, orang Jepang biasanya bawa untuk dibaca di kereta) yang lebih murah daripada buku biasa, juga sudah bisa ditemukan di Kinokuniya Jakarta (Ngiklan? Saya nggak ada hubungannya sih, cuma pengunjung kok). Apalagi ada internet… tinggal klik-klik saja, Anda sudah bisa terekspos dengan bahasa Jepang yang sebenarnya, bukan yang textbook.

Kalau saya ditanya, mulai dari mana… barangkali saya akan jawab, ya terserah saja, mulailah dari yang Anda bisa. Kadang-kadang ada juga yang mengeluh katanya dia ingin belajar bahasa Jepang, tetapi tidak bisa karena tidak ada (pilih salah satu): kursus/buku/bahan belajar/teman orang Jepang/tidak tinggal di Jepang. Lho kenapa berpikir yang tidak bisa-tidak bisa terus? Kan saya sarankan mulailah dari yang bisa? Hehehe…

Terakhir saya mohon maaf karena mangkir lama sekali. Mudah-mudahan mulai besok kita bisa mulai pelajaran bahasa Jepang dasar. Dari awal. Awal menurut kemampuan seorang Andini, yang bukan sensei melainkan penerjemah bahasa Jepang biasa yang hina dina. Mungkin tidak cocok untuk semua orang. Tetapi gratis, jadi dilarang protes hahaha. Sampai besok… Mata ashita.

Telur

Telur, bahasa Jepangnya tamago. Bisa ditulis 卵 atau 玉子 atau kalau mau menulis dengan hiragana pun boleh juga, たまご. Hei, saya juga pernah kok melihatnya ditulis dengan katakana, タマゴ. Biasanya merupakan salah satu kata pertama yang dihapal oleh pembelajar bahasa Jepang di Jepang karena kita semua pasti perlu beli telur kan? Tinggal digoreng jadi telur mata sapi atau medamayaki (目玉焼き). Lalu ditambahi saus tomat atau kechappu (ケチャップ), versi pendek dari tomato kechappu (トマト・ケチャップ). Ada juga yang suka pakai kecap asin Jepang, shouyu (醤油). Atau so-su (ソース), yang biasanya berarti saus Worcestershire, atau usuta- so-su ウスターソース.

Kalau orang Jepang bertanya, “Kamu golongan saus? Atau golongan shoyu?” “Kimi wa so-su ha? Shouyu ha?” (君はソース派?醤油派?)  bisa dipastikan mereka sedang bertanya tentang bagaimana Anda suka menikmati telur mata sapi. Meskipun sampai sekarang saya tidak tahu, apa pentingnya pertanyaan ini.

“Telur dadar di Indonesia pakai garam, tetapi orang Jepang pakai gula.” Orang Indonesia yang tinggal di Jepang suka bilang begitu. Maksudnya menunjuk masakan tamagoyaki (卵焼き), semacam omelet yang rasanya manis. Sebenarnya saya tak yakin juga bagaimana mengatakan telur dadar dalam bahasa Jepang, apakah omelette atau omuretsu (オムレツ), ataukah tamagoyaki ala Indonesia atau Indoneshiafuu no tamagoyaki (インドネシア風の卵焼き)?

Telur rebus bahasa Jepangnya yudetamago (ゆで卵).

Telur mentah, nama tamago (生卵).

Kulit telur, tamago no kara (卵の殻).

Putih telur, shiromi (白身).

Kuning telur, kimi (黄身).

Telur mentah yang dikocok, tokitamago (溶き卵).

Telur orak arik, iritamago (煎り卵).

Memecahkan telur, tamago o waru (卵を割る).

Mengupas kulit telur, tamago no kara o muku (卵の殻をむく).

Telur di Jepang dijual per pak isi 6 butir atau 10 butir. Ukuran telur sudah disortir, menjadi ukuran XS, S, M, dan L. Yang paling besar ukuran L dan harganya paling mahal. Telurnya bersih-bersih bebas dari tahi ayam. Bisa langsung masuk kulkas tanpa dicuci. Telur yang sudah baik kualitasnya itu pun masih dibedakan berdasarkan merek. Yang bermerek dan dikemas lebih indah, dan mengaku lebih lezat atau lebih bergizi, harganya lebih mahal daripada telur biasa yang generik.

Dalam kemasan telur di Jepang selalu ada tanggal kadaluwarsanya, atau shoumi kigen (賞味期限). Tetapi setelah lewat tanggal kadaluwarsa itu, bukan berarti telur sudah tidak bisa dimakan lagi. Tanggal kadaluwarsa itu hanya menandakan batas aman bolehnya telur dimakan dalam keadaan mentah. Jadi meskipun sudah lewat kadaluwarsa, kalau telur disimpan dalam kulkas, dan dimasak sampai matang, tidak apa-apa mengonsumsinya. Sampai kira-kira sebulan setelah lewat tanggal kadaluwarsa, telur-telur itu masih bagus.

Pengetahuan tentang tanggal kadaluwarsa tersebut membuat saya mempertanyakan keamanan telur Indonesia untuk dimakan mentah. Baru beli pun kadang-kadang ketemu satu butir yang busuk, gitu loh. Berarti kan telur yang lain pun kemungkinan sudah lama ya.

Istilah tamago (卵) bisa juga berarti orang yang masih hijau, belum mahir dalam sesuatu, atau pemula. Misalnya, wartawan pemula, yaitu kisha no tamago (記者の卵). Mahasiswa kedokteran, bisa disebut isha no tamago (医者の卵). Sedangkan penulis pemula atau calon penulis, sakka no tamago (作家の卵). Saya menargetkan blog ini untuk calon penerjemah, hon’yakuka no tamago (翻訳家の卵).

Lagu “Soba Ni Iru Ne” oleh Teruma Aoyama feat. SoulJa

Saya sedang suka mendengar lagu lama (tahun 2008) Soba Ni Iru Ne (Aku Ada di Sisimu) oleh penyanyi Teruma Aoyama dan penyanyi rap SoulJa. Liriknya bisa dilihat di sini.

Ayo belajar bahasa Jepang lewat lagu yuk…

Sekarang saya akan menerjemahkan frase per frase lagu tersebut.  Lalu Anda bisa mendengarkan lagu ini sambil mengingat-ingat arti setiap anak kalimatnya, sampai bisa memahami artinya sendiri dengan mendengar saja. Bisa?

Anata no koto あなたのこと : kamu
watashi wa ima demo 私は今でも : saya, sekarang pun
omoitsuzukete iru yo 思い続けているよ : terus memikirkan

Ikura toki nagarete yukou to いくら時流れて行こうと : tidak perduli lamanya waktu berjalan
I’m by your side baby
itsu demo いつでも : kapan pun (selalu)

So. Donna ni hanarete iyou to どんなに離れていようと : tidak perduli terpisah sejauh apa pun
kokoro no naka de wa itsu demo 心の中ではいつでも : di dalam hati selalu
issho ni iru kedo 一緒にいるけど : bersama-sama tetapi
sabishiin da yo 寂しいんだよ : (aku) kesepian

So baby please ただ hurry back home
(tada ただ artinya just dalam bahasa Inggris sehingga kalimat ini sebetulnya “so baby please just hurry back home”)

Baby boy
atashi wa koko ni iru yo あたしはここにいるよ : aku ada di sini
doko mo ikazuni どこも行かずに : tanpa pergi ke mana pun
matte ru yo 待ってるよ : sedang menunggu

You know dat I love you
dakara koso
だからこそ : oleh karena itu
shinpai shinakute iin da yo 心配しなくていいんだよ : tidak perlu khawatir

Donna ni tooku ni ite mo どんなに遠くにいても : sejauh apa pun berada
kawaranai yo 変わらないよ : tidak berubah
kono kokoro この心 : hati ini

Iitai koto 言いたい事 : hal yang ingin kukatakan
wakaru desho? わかるでしょ? : mengerti kan?

Anata no koto matte ru yo あなたのこと待ってるよ : aku sedang menantimu

***

Nna koto yori んなことより : daripada (ngomongin) hal itu
omae no hou wa genki ka? お前の方は元気か? : apakah kamu sehat?
chanto meshi kutte ru ka? ちゃんと飯食ってるか? : apakah makan teratur?

Chikushou ちくしょう : sialan
yappa ienee ya やっぱ言えねぇや : aku tetap nggak bisa bilang

Mata kondo また今度 : lain kali
okuru yo 送るよ : kukirim
ore kara no reta- 俺からのLetter : surat dari aku

Sugisatta toki wa 過ぎ去った時は : waktu yang telah berlalu
modosenai keredo 戻せないけれど : kutak bisa mengembalikannya, tetapi
chikaku ni ite kureta kimi ga koishii no 近くにいてくれた 君が恋しいの : aku merindukan kamu yang pernah ada di dekatku

Dakedo だけど : tetapi
anata to no kyori ga tooku naru hodo ni あなたとの距離が遠くなる程に : semakin jauh jarak denganmu
isogashiku misete ita 忙しくみせていた: memperlihatkan diri sedang sibuk
atashi nigete ta no あたし逃げてたの : aku (sebenarnya) melarikan diri (dari rasa sepi)

Dakedo だけど : tetapi
me o tojiru toki 目を閉じる時 : waktu menutup mata
nemurou to suru toki 眠ろうとする時 : waktu berusaha tidur
nigekirenai yo 逃げきれないよ : aku tidak bisa melarikan diri
anata no koto omoidashite wa あなたの事思い出しては : setiap aku teringat kamu
hitori naite ta no 一人泣いてたの : aku menangis seorang diri

*Kembali ke awal.*

Bukiyou na ore 不器用な俺 : aku yang canggung
tooku ni iru kimi 遠くにいる君 : kamu yang berada jauh

Tsutaetai kimochi 伝えたい気持ち : perasaan yang ingin disampaikan
sono mama iezuni そのまま言えずに : tanpa bisa mengatakannya
kimi wa icchimatta 君は行っちまった : kamu terlanjur pergi

Ima ja 今じゃ : sekarang
nokosareta kimi wa arubamu no naka 残された君はアルバムの中 : kamu yang tersisa, ada di dalam album

Arubamu no naka osameta omoide no hibi yori アルバムの中 納めた思い出の日々より : daripada hari-hari kenangan yang tersimpan dalam album
Nanigenai hito toki ga 何げない一時が : satu saat yang biasa saja
ima ja koishii no 今じゃ恋しいの : sekarang terasa kangen

And now
anata kara no denwa あなたからの電話 : telepon darimu
machitsuzukete ita 待ち続けていた : (aku) terus menunggu

keitai nigirishimenagara 携帯にぎりしめながら : sambil menggenggam erat ha-pe
nemuri ni tsuita 眠りについた : (aku) terlelap

Atashi wa doko mo ikanai yo あたしは どこも行かないよ : Aku tidak pergi ke mana-mana
koko ni iru kedo ここにいるけど : ada di sini, tetapi
mitsume aitai 見つめ合いたい : ingin saling bertatapan
anata no sono hitomi あなたのその瞳 : bola matamu itu
Nee wakaru desho? ねぇわかるでしょ? : Eh, ngerti kan?
atashi matte ru yo あたし待ってるよ : aku sedang menantikanmu

Ore wa doko mo ikanai yo 俺はどこも行かないよ : aku tidak pergi ke mana-mana
koko ni iru keredo ここにいるけれど : ada di sini, tetapi
sagashitsuzukeru 探し続ける : terus mencari
anata no kao あなたの顔 : wajahmu
Your egao 笑顔 : senyummu
Ima demo 今でも : sekarang pun
furesou da tte omoinagara 触れそうだって思いながら : sambil berpikir agaknya bisa tersentuh
te o nobaseba 手を伸ばせば ketika/jika menjulurkan tangan
kimi wa 君は : kamu…

*Kembali ke awal.*

Selesai. Suka kan lagunya?

Foto dari sampul CD single lagu ini, bisa dibeli di Amazon Japan, 1.079 yen.

Blog Artis

Baru saja saya mengecek berita artis Jepang dan menemukan berita kelahiran putra pertama Yoshihiko Inohara (anggota V6) dan aktris Asaka Seto. Lah kawinnya aja kapan… nggak ngundang-ngundang tuh (ternyata sudah sejak tahun 2007,  he he he). Beritanya ternyata bukan hasil wawancara langsung, melainkan isi dari blog Asaka Seto. Ya udah, langsung ke blog-nya aja deh, untuk minta kejelasan…

Tips belajar bahasa Jepang hari ini: belajar dari blog artis!

Dari blog Asaka Seto:

March 04, 2010

出産
Shussan
Melahirkan

やっとみなさんに報告できる時がきました
Yatto minasan ni houkoku dekiru toki ga kimashita
Akhirnya tiba saat saya bisa melaporkan kepada Anda semuanya.

2010年 3月2日
Nisen juu nen san’gatsu futsuka
2 Maret 2010

2844gの元気な男の子が産まれました
Nisen happyaku yonjuu yon guramu no genki na otoko no ko ga umaremashita
Telah lahir anak laki-laki yang sehat, 2844 gram.

この出産を経験して、私自身、新たな感情も生まれました
Kono shussan o keiken shite, watashi jishin, arata na kanjou mo umaremashita
Setelah mengalami proses melahirkan ini, lahir perasaan baru dalam diri saya sendiri.

それは、母親としての責任。
Sore wa, hahaoya to shite no sekinin
Itu adalah, tanggung jawab sebagai ibu.

正直、出産前は不安な気持ちもありました
Shoujiki, shussan mae wa fuan na kimochi mo arimashita
Jujur, sebelum melahirkan ada perasaan khawatir.

ちゃんと母親になれるのだろうか
Chanto hahaoya ni nareru no darou ka
Apakah saya bisa menjadi ibu yang baik.

ちゃんと子供と向き合えるのだろうか
Chanto kodomo to mukiaeru no darou ka
Apakah bisa betul-betul berhadapan dengan anak saya.

でも、、、その答えは今は出なくていいんだと思いました
Demo, sono kotae wa ima wa denakute iin da to omoimashita
Tetapi, lalu saya berpikir jawaban pertanyaan itu tidak harus keluar sekarang.

赤ちゃんの成長と共に、私も母親として一緒に成長して行けたらと思います
Akachan no seichou to tomo ni, watashi mo hahaoya toshite issho ni seichou shite iketara to omoimasu
Bersamaan dengan tumbuhnya bayi ini, saya berharap saya pun bisa tumbuh bersama sebagai seorang ibu.

焦らずしっかり向き合って、明るくて、元気で、優しい子に育ってくれたらいいな
Aserazuni shikkari mukiatte, akarukute, genki de, yasashii ko ni sodatte kuretara ii na
Semoga saya bisa betul-betul saling berhadapan dengan anak ini tanpa tergesa-gesa, dan alangkah bahagianya jika ia tumbuh menjadi anak yang periang, sehat, dan baik hati.

温かく見守っていただけたら幸いです
Atatakaku mimamotte itadaketara saiwai desu
Saya berbahagia jika rekan-rekan semua mengawasi kami dengan penuh kasih.

瀬戸 朝香
Asaka Seto

Komentar ucapan selamat yang disampaikan penggemar mencapai 1800-an.  Mau ikut menambahi?