Mengapa Penerjemah Harus Menulis Blog?

Like This!

BlogJika Anda adalah seorang penerjemah atau berencana menjadi penerjemah profesional, ada baiknya Anda memiliki blog yang Anda isi secara berlanjut dan berkesinambungan.

Fungsi blog bagi penerjemah:

1. penghubung Anda dengan komunitas Anda, sesama penerjemah

2. penghubung Anda dengan calon klien yang ingin menggunakan jasa Anda di kemudian hari.

Menggunakan internet, blog Anda akan bisa diakses dari seluruh dunia, dan mempunyai kekuatan pemasaran jasa Anda yang mendunia pula. Calon klien akan lebih percaya dan merasa mengetahui kemampuan Anda menulis dan menerjemahkan, jika Anda menunjukkan sampel terjemahan dalam blog atau buku-buku terjemahan Anda yang telah diterbitkan.

Bayangkan jika Anda sebagai seorang calon klien, yang menghadapi dua pilihan: satu, penerjemah dengan blog, dan dua, penerjemah tanpa blog. Manakah yang cenderung akan Anda pilih? Jika blog Anda telah tertata dan berbobot isinya, barangkali Anda bisa terlepas dari uji coba menerjemahkan yang biasanya diberikan oleh calon klien kepada penerjemah yang belum pernah bekerja sama dengan mereka. Jujur saja saya tidak begitu menyukai tes menerjemahkan dari klien karena tentu saja tidak ada honor untuk itu. Apakah Anda suka? Apalagi jika Anda ingin menjadi penerjemah di dunia penerbitan atau menerbitkan buku, maka sangat besar manfaatnya jika Anda sudah mempunyai ‘platform’. Apakah yang dimaksud ‘platform’ di sini? Platform adalah sarana penghubung Anda dengan komunitas yang mendukung Anda, komunitas yang akan siap membeli buku terjemahan atau karya sendiri yang Anda pasarkan. Blog Andalah yang berfungsi sebagai platform Anda. Blog Anda merupakan mesin pemasaran yang ampuh bagi penerjemah profesional. Dengan catatan kaki, jika blog Anda banyak memiliki pengunjung setia. Bagaimana agar orang senang meramban masuk ke dalam blog Anda?

1. Anda harus menyediakan waktu untuk menulis artikel di dalam blog secara konsisten dan berkelanjutan

2. Anda harus menawarkan informasi yang diinginkan banyak orang dan hanya bisa mereka dapatkan dari blog Anda

Jangan lupa untuk mencantumkan URL blog Anda dalam kartu nama Anda! Ada banyak situs yang menyediakan layanan blog gratis, seperti multiply.com, blogspot.com, wordpress.com, dan sebagainya. Tetapi kalau Anda sudah yakin bisa menjadi blogger serius, tidak ada yang lebih baik daripada membeli domain pribadi http://www.nama-Anda.com.  Jadi, apa yang Anda tunggu sekarang? Segera buat blog dan tunjukkan pada dunia, apa yang Anda bisa.

Add to FacebookAdd to DiggAdd to Del.icio.usAdd to StumbleuponAdd to RedditAdd to BlinklistAdd to TwitterAdd to TechnoratiAdd to Yahoo BuzzAdd to Newsvine

10 responses to “Mengapa Penerjemah Harus Menulis Blog?

  1. masukan yang luar biasa bermanfaat dan jadi ilmu baru untuk pembelajar seperti saya dan mungkin teman2 lain..terimakasih sekali lagi mbak dini yang cantik dan baik hati

  2. Sama-sama Mbak Dwi Sumara Hati. Cantik dan baik hati? Ah, masa sih… Langsung pergi nyari kaca. (^-^)

  3. Salut Mbak, atas keberaniannya membuat blog tematis:)
    Salam..semoga sukses dan lancar segala sesuatunya.

  4. Terima kasih Mbak Rini Nurul Badariah. Itu ya namanya, blog tematis. Kalau yang campur-campur, generalis? Situs MP Mbak Rini bagus sekali. Suatu hari nanti kepengen bikin yang sebagus ini.

  5. Nah, apa ya nama yang campur-campur itu? Teman saya yang jurnalis IT bilang..tempat curhat, hehehe..karena blog cenderung difungsikan sebagai diary.

    Terima kasih Mbak Dini, saya yakin Mbak bisa bikin yang jauh lebih bagus:)

    • Oh… ‘tempat curhat’ ya istilah IT-nya ^^

      Menurut saya kalau blog tempat curhat, yang mau nge-bookmark pailng-paling teman-teman sendiri dan keluarga terdekat doang. Orang lain yang tersasar akan cepat meninggalkan dan gak balik-balik lagi. Kalau blog tematis lebih efektif buat cari pembaca reguler yang bukan dari dua kelompok di atas. ^^

  6. Betul. Tepatnya, personal blog:)
    Memang ukuran personal itu sendiri sangat relatif. Nyamannya, kalau di MP, bisa diset for contacts itu..:D

    • Iya betul, ukuran personal itu relatif. Di MP, saya sering menghadapi dilema: saya ingin membaca tulisan tertentu yang diset “contacts only” oleh orang itu, tetapi saya tidak ingin dia membaca tulisan saya yang diset “contacts only”. Dan ini sebabnya saya tidak jadi contact Mbak Rini padahal pengen baca tulisan yang “jangan bilang-bilang” itu. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s