Belajar Bahasa Jepang untuk Ibu Rumah Tangga

Sakura※Untuk ibu-ibu Fahima di Jepang

Saat saya tinggal di Jepang, di dalam pergaulan sebagai ibu rumah tangga yang punya anak, ibu-ibu Indonesia lain suka mengomentari bahwa pantas saja saya mahir berbahasa Jepang, bukankah saya kuliah di universitas Jepang, sedangkan mereka berada di Jepang karena mengikuti suami? Sedangkan ibu-ibu Indonesia yang datang ke Jepang untuk kuliah S2 dan S3, berhasil lulus, tetapi tetap terbata-bata dalam berbahasa Jepang (tentu saja tidak semua) mengatakan bahwa ibu-ibu yang bisa sampai ‘jago sekali’ berbahasa Jepang hanya mereka yang datang ke Jepang untuk kuliah S1, dengan alasan masa kuliah S1 tentu lebih panjang.

Menurut saya itu hanya mitos yang sama sekali tidak benar.

Menguasai bahasa Jepang tidak ada hubungannya dengan kuliah S1 di Jepang atau tidak, melainkan besar sekali hubungannya dengan kemauan belajar mandiri dan berlatih berkomunikasi dengan bahasa Jepang.

Lalu bagaimana caranya kalau Anda sebagai ibu rumah tangga yang berada di Jepang, tidak kuliah, tidak punya dana dan waktu untuk belajar di sekolah bahasa, juga tidak segitu beraninya untuk memulai percakapan dengan orang Jepang, sedangkan suami lembur terus di lab atau kantornya sehingga tidak mungkin mengajari?

Saran saya: berlatihlah bersama anak sendiri.

Berlatih bercakap-cakap dalam bahasa Jepang dengan anak sendiri mustinya tidak sulit. Kalau salah pun tidak malu. Apalagi kalau anak masih bayi atau belum bisa bicara, pasti lebih tidak malu. Selain itu Anda sebagai ibu secara tidak langsung mengajari anak tentang sikap yang baik dalam belajar. Kalau ibu senang belajar, mudah-mudahan anak-anak juga mewarisi sifat terpuji itu yang sangat bermanfaat untuk masa depannya. Jika anak sudah bisa membaca dan menulis, Anda juga bisa bertukar surat atau bertukar mengisi buku harian dengan anak Anda. Buku harian bersama yang diisi oleh dua orang yang karib (antara kekasih, sahabat, atau murid dan guru), disebut “”koukan nikki 交換日記”. Kalau Anda sering membaca komik Jepang atau menonton drama Jepang, barangkali sudah tidak asing bagi Anda.

Contoh latihan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, selalu ucapkan salam dalam bahasa Jepang kepada anak.

Kalau pagi: OHAYOU GOZAIMASU. おはようございます。Selamat pagi.

Kalau siang: KONNICHIWA. こんにちは。Selamat siang.

Kalau malam: KONBANWA. こんばんは。Selamat malam.

Sebelum makan: ITADAKIMASU. いただきます。Saya makan dengan rasa syukur.

Sesudah makan: GOCHISOU SAMA DESHITA. ごちそうさまでした。Saya telah dijamu dengan hidangan enak.

Sebelum pergi: ITTE KIMASU. 行ってきます。Saya pergi dan akan kembali.

Kepada ayah yang akan pergi: ITTE RASSHAI. 行ってらっしゃい。Selamat jalan.

Setelah sampai di rumah: TADAIMA. ただいま。Saya sudah sampai sekarang.

Kepada ayah yang baru sampai di rumah: OKAERI NASAI. お帰りなさい。Selamat kembali.

Selain itu, tentu saja Anda bisa berlatih percakapan sederhana, sampai Anda percaya diri untuk memanjangkan kalimat yang Anda pakai. Hasilnya tentu berlipat ganda, sekalian belajar untuk diri sendiri, juga mengajari anak Anda untuk berbahasa Jepang. Pasti tidak kalah dengan mereka yang kuliah di perguruan tinggi. Tahu tidak, kesempatan untuk kontak dan bergaul dengan masyarakat Jepang lebih banyak dimiliki oleh ibu-ibu rumah tangga yang punya anak, daripada mahasiswi yang berkutat di lab atau perpustakaan. Dengan demikian ibu rumah tangga mustinya punya lebih banyak kesempatan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang. Percaya deh, karena saya pernah jadi dua-duanya.

Siapa tahu, sepulang dari Jepang, Anda bisa menjadi penerjemah bahasa Jepang.

5 responses to “Belajar Bahasa Jepang untuk Ibu Rumah Tangga

  1. terimakasih banget ya mbak blognya menarik sekali dan sangat memotivasi semoga terus bermanfaat dan terus berkarya salam kenal

  2. Terima kasih dan salam kenal juga ya, Mbak Dwi Sumara Hati. Senang sekali Mbak mau meninggalkan komentar . Blog ini barusan crash dan kehilangan beberapa tulisan dan komentar lama. Dasar nih webmaster-nya baru belajar sih. Ha ha..Datang lagi ya..

  3. Hi! I’ve just started to learn Japanese and i wonder whether there are different forms of verbs in Japanese as in English? (just like V1, V2, V3, and V-ing). If there are, could you please tell me what are they and when to use it? thank you so much,,,

    • I remember vaguely about the nine form of verbs… now, what were they? I can’t recall. (^-^) If you speak Japanese fluently and naturally you won’t worry about which is which because all the different forms of verbs are just internalized into your brain out of speaking habitually. Maybe I’ll try to relearn it and write the topic into a blog post someday. Thanks for asking the question.

  4. Wah… saya harus benar benar belajar bahasa jepang juga,walaupun masih di Indonesia😛 hhe..
    yang sulit adalah menyusun kata… ngekelimet..mbak,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s