Coklat Valentine

CoklatHari ini tanggal 14 Februari ya. Hari Valentine.

Budaya merayakan Barentain De-,  バレンタインデー merupakan salah satu kebudayaan barat yang diterima luas di Jepang dengan sedikit modifikasi. Pada hari Valentine di Jepang, wanita boleh mengungkapkan perasaan cinta kepada pria dan meminta untuk menjadi pacarnya, dengan cara memberikan coklat. Pria yang disukai banyak wanita tentunya menerima banyak coklat hari ini. Konon budaya ini diciptakan oleh perusahaan coklat sebagai strategi pemasarannya.
Kepada pria yang betul-betul disukainya, wanita memberikan coklat istimewa yang menyatakan perasaan cintanya, disebut “honmei choko 本命チョコ”. Sedangkan kepada para pria lainnya, wanita memberikan coklat yang kualitas dan harganya di bawah “honmei choko“, disebut “giri choko 義理チョコ.” Wanita  memberikan “giri choko” kepada ayah, saudara laki-laki, teman-teman sekelas atau sekantor yang pria sebagai bentuk perhatian.

Berikut saya menerjemahkan sebuah berita pendek tentang larisnya penjualan coklat menjelang Hari Valentine.

愛媛のニュース2010年02月13日(土)

チョコ不況知らず 14日バレンタインデー

マイチョコや友チョコなど、好きな人へ思いを伝えるだけでなく、日ごろの感謝を伝えるイベントに変わりつつあるバレンタインデー。消費低迷にあっても、「贈答品」のチョコレートは不況知らずの売れ行きだ。
いよてつ高島屋の販売担当、加藤正博さん(46)は「14日が日曜日とあって義理チョコ需要は少ないが、前倒しで渡す人も多く、影響はない」と話す。
買い物に訪れた松山市の大学生、竹本早希さん(20)と井手治果さん(21)は「普段以上の種類がそろい選びやすい。自分用のチョコも買いたい」と品定めしていた。

Berita Ehime, Sabtu,13 Februari 2010

Coklat, Tak Terkena Dampak Kelesuan Ekonomi
Tanggal 14 Hari Valentine

Dengan tren “mai choko (coklat untuk dimakan sendiri)”, “tomo choko (coklat untuk teman wanita)”, dan lain-lain, hari Valentine tidak hanya merupakan hari menyampaikan perasaan kepada pria yang ditaksir, tetapi semakin bergeser menjadi acara menyampaikan rasa terima kasih atas hubungan baik sehari-hari. Meskipun terjadi kelesuan tingkat konsumsi, penjualan coklat untuk hadiah seolah tidak mengenal resesi.

Staf penjualan Toserba Takashimaya Iyotetsu, Masahiro Kato (46) mengatakan, “Permintaan terhadap ‘giri choko’ (coklat hadiah untuk teman pria di kantor atau sekolah) hanya sedikit karena tanggal 14 bertepatan dengan hari Minggu. Tetapi banyak juga orang yang menyerahkan coklat sebelum hari H-nya, sehingga tidak ada dampak terhadap penjualan.”

Mahasiswi dari kota Matsuyama, Saki Takemoto (20) dan  Haruka Ide (21) yang datang untuk berbelanja, berkomentar sambil memilih-milih coklat, “Lebih banyak jenis yang tersedia daripada biasanya sehingga kami mudah memilih. Kami juga ingin membeli coklat untuk diri sendiri.” ###

Selesai.

Sebetulnya saya juga tidak mengetahui istilah “mai choko” dan “tomo choko” sebelumnya sehingga harus mencari di Google untuk menerjemahkan berita pendek ini. Memang penerjemah tidak boleh malas riset kecil-kecilan.

Berikut istilah baru menyangkut coklat Valentine yang saya pelajari:

mai choko マイチョコ: coklat untuk dimakan sendiri
tomo choko 友チョコ: coklat untuk teman perempuan
koi choko 恋チョコ: coklat untuk pacar
giri choko 義理チョコ: coklat untuk atasan dan rekan kerja pria
fami choko ファミチョコ: coklat untuk keluarga
sewa choko 世話チョコ: coklat untuk orang yang kita berhutang budi padanya

Ngomong-ngomong, Indonesia merupakan negara penghasil bahan baku coklat yaitu buah kakao no.3 terbanyak di dunia namun sayang sekali tidak banyak orang Indonesia yang mengetahui hal ini. Semoga suatu hari nanti industri coklat Indonesia menjadi sangat maju dan kita bisa punya hari berbagi coklat secara nasional seperti Valentine di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s