Bagaimana Saya Menjadi Penerjemah

Kamus※ Saya adalah penerjemah tulisan (hon’yakuka 翻訳家), dan bukan interpreter atau penerjemah langsung secara lisan (tsuuyakuka 通訳家).

Kemarin seorang pembaca blog ini bertanya pada saya, bagaimana caranya menjadi penerjemah? Saya pikir pertanyaan itu bernilai sebuah tulisan di blog agar orang-orang lain juga bisa membacanya sebagai masukan sebelum memutuskan untuk menjadi penerjemah. Mungkin Anda menjadi lebih termotivasi, mungkin juga tidak. Tetapi tidak masalah, inilah pengalaman saya yang ingin saya bagikan kepada semuanya.

(Terima kasih untuk pertanyaannya, Mas Agung Kurnia).

Pada zaman dahulu kala, ada seorang mahasiswi Indonesia di kota Tokyo, Jepang, sebut saja Andini, karena memang itulah namanya, yang iseng-iseng bercerita kepada seniornya di universitas, sesama mahasiswi Indonesia, bahwa dia ingin mencoba pengalaman baru: bekerja paruh waktu. Seniornya itu, yang cantik dan punya pacar orang bule (nggak penting), memberi tahu bahwa ada lowongan di tempat dia bekerja paruh waktu.

Lowongan pekerjaan itu adalah: menjadi penyiar ri Radio Jepang NHK Siaran Internasional. Tugasnya adalah menerjemahkan naskah-naskah berita berbahasa Ingrris ke dalam bahasa Indonesia dalam waktu singkat, dan menyiarkan hasil terjemahan itu di radio gelombang pendek yang juga disiarkan melalui internet.

Andini sudah terbiasa ditolak menjadi pelayan toko swalayan karena pilihannya berjilbab sehingga dia tidak ragu-ragu pergi melamar ke Radio NHK di Shibuya. Apa ruginya, paling ditolak lagi. Tidak disangkanya waktu itu, dia akan diterima menjadi penerjemah dan penyiar, menerima gaji lumayan besar, dan bertahan bekerja di sana selama enam tahun, bahkan sampai setelah menikah dan punya anak. (Gaji besar, sebesar apa? Lebih besar daripada beasiswa yang diterimanya. Tetapi itu dulu ya, sekarangnya uangnya sudah tidak ada, jadi tolong jangan minta sumbangan. Dipakai untuk apa? Untuk pulang ke Indonesia tiap enam bulan sekali karena homesick).

Andini kemudian berhenti bekerja di sana karena mengikuti kepindahan tugas suaminya dari Tokyo ke kota kecil Matsumoto, Propinsi Nagano. Tetapi kemampuan menerjemahkan yang diasahnya di bawah bimbingan produser-produser NHK yang disiplin tetapi penyayang ternyata membuat dia tidak kehilangan mata pencaharian. Lewat internet, dia melamar menjadi penerjemah bahasa Jepang dan bahasa Inggris di sebuah biro penerjemahan yang berada di kota Osaka. Langsung diterima. Tarifnya waktu itu adalah 2000 yen per lembar A4 (400 huruf Jepang) bebas pajak.

Setelah kembali ke Indonesia, Andini ditawari bekerja sebagai staf hukum di perusahaan Jepang karena dia memang lulusan Fakultas Hukum, tetapi Andini lebih tertarik mengukir nama di dunia penerbitan buku sehingga dia dengan berani menolak (!) tawaran itu.

Dia kemudian mencoba menulis naskah buku tentang peribahasa bahasa Jepang yang dikirimnya ke sebuah penerbit besar. Naskah buku itu masih harus penerbit lain yang mau melemparkannya ke pasar, namun berkat naskah itu Andini mendapatkan tawaran menerjemahkan buku-buku bahasa Jepang dari penerbit tersebut. Tamat.

Berapa pendapatan sebagai penerjemah? Lumayan. Saya pernah mendengar berapa besarnya gaji guru dan pegawai negeri Indonesia, dan oleh karena itu saya bisa menjawab penerjemah (bisa) mendapatkan lebih dari itu.

Saya menikmati profesi penerjemah. Menjadi penerjemah cocok dengan kepribadian saya: tekun, teliti, introvert, senang belajar, dan betah duduk diam berjam-jam. Tatkala mendengar putri pertama saya (6 tahun) berkata kepada neneknya, “Kalau sudah besar aku ingin menjadi penerjemah seperti Mama,” saya merasa kebanggaan menyelinap di sanubari.

38 responses to “Bagaimana Saya Menjadi Penerjemah

  1. Mohon maaf, Mas Agung Kurnia, Mbak Rien Chairani, Mbak Anna Farida, Mbak Koenyitz, dan Kayo-san dari Hiroshima yang pesannya terhapus waktu situs ini crash beberapa waktu lalu. Jangan kapok meninggalkan komentar ya.

  2. Naskah buku itu masih harus penerbit lain yang mau melemparkannya ke pasar–maksudnya masih menunggu proses terbit, Mbak Dini?
    BTW buku terjemahannya sudah ada yang terbitkah? Kalau boleh tahu, non fiksi atau fiksi? *bawel, maaf*

    • Maksudnya Mbak Rini… naskah buku itu DI-TO-LAK.
      Huwaaa…. (nangis keras-keras) ^^. Tapi nggak pa-pa soalnya malah ditawari jadi penerjemah buku bahasa Jepang. Nonfiksi.
      Buku-buku terjemahan saya belum ada yang terbit. Saya rasa tahun ini. Blog ini untuk promosi buku saya kelak seperti blog Mbak Rini dan Mbak Femmy yang keren-keren itu…

  3. Oh, IC. Pengalaman yang berharga, Mbak Dini. Semoga bukunya segera terbit dan diterima di hati pembaca secara luas ya, demikian pula karya terjemahannya:)

  4. Terima kasih Mbak Rini yang baik. ^^

  5. Mbak dini saya baru belajar bahasa jepang. saya sekarang mencoba membuka situs situs jepang. Tapi karena situsnya kanjinya udah sangat banyak buat saya pusing. mbak tahu nggak situs situs yang masih banyak hiragana nya buat dipelajari. soalnya saya masih baru di bahasa jepang. makasih ^-^

  6. Halo, Gonzaga. Ini yang saya dapatkan dari situs tetangga: http://www.yumeko.web.id/2009/06/13/ehon-digital-cerita-rakyat-jepang-dan-negara-negara-lain/ Semoga berguna. Sepertinya di sana banyak juga pranala untuk pemula.

  7. halo mbak makasih yah dah saya coba cuma ada masalah sedikit di bagian tulisan. suara jelas. tapi tulisan jepangnya kagak ada saya sekarang pake windows vista. aku bingung harus nyeting nya gimana. penjelasan di yumeko baru di windows XP tolong dong atau ada situs yang lain

  8. mbak setelah saya utak atik saya berhasil menghadapi mojibakenya mbak. arigato gozaimasu. sekarang saya mo coba programnya nihongo muzukashi nee

  9. Syukurlah Gonzaga, soalnya saya juga tidak tahu menangani mojibake di OS berbahasa Inggris dan belum pernah pegang Windows Vista. Komputer saya yang sudah tua, beli di Jepang sudah lama sekali.
    Bahasa Jepang sulit ya, memang. Itu sebabnya kalau bisa, kita jadi unik, dan dinilai lebih mahal daripada penerjemahan bahasa Inggris. Tapi kalau suka, lama-lama bisa kok.

  10. Bu saya punya cukup keahlian untuk menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, tapi hanya tertulis. Menurut anda bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk bekerja sebagai penerjemah? saya sudah mencoba sebagai penerjemah lepas di salah satu website internasional, namun tidak pernah mendapat tanggapan karena memang belum pernah ada portofolio terjemahan yang pernah dilakukan
    .-= onlygrace´s last blog ..Blog Do Follow. Berhati-hatilah!!! =-.

    • Terima kasih komentarnya Onlygrace. Sebagai langkah awal, Anda bisa mendaftarkan diri sebagai penerjemah lepas di biro jasa penerjemahan, atau melamar di perusahaan penerbitan dan lain sebagainya, tergantung Anda mau terjun jadi penerjemah di bidang apa. Penerjemah tidak sama kualitasnya, jadi tentu saja Anda perlu membuktikan diri sebelum klien (dari luar negeri atau pun dalam negeri) mempercayakan pesanannya pada Anda. Cara terbaik tentu dengan menumpuk tahun-tahun pengalaman menjadi penerjemah.

  11. Wah, wajah baru lagi blognya:)
    .-= Rini Nurul Badariah´s last blog ..The Marriage Bureau, Kata Tethy.. =-.

  12. Hehehe..kalo bisa ngerjain sendiri kenapa harus bayar web desiner, Mbak Dini?:)
    Wah, terima kasih..maaf tak sengaja ‘ngiklan’..lupa buang centangnya tadi.

    • Gak perlu minta maaf, Mbak Rini, karena memang itu maksudnya saya pasang plugin Commentluv, supaya saya juga bisa tahu minat terbaru dari yang ninggalin komentar. Pengunjung lain, yang berminat, juga bisa ngeklik blog terakhir komentator. Menguntungkan untuk semua, bukan…

      Kalau ada penerjemah yang mau meninggalkan komentar plus URL blog promosi buku terjemahannya di sini, saya senang sekali. Memang itu kan gunanya komunitas penerjemah, saling memberikan inspirasi dan dukungan dalam karir masing-masing. Bukannya paranoid takut kalah saingan dengan sesama penerjemah atau pun takut dianggap mengiklankan diri sendiri.

      Seperti juga saya yang sedang membangun personal branding sebagai “penerjemah bahasa Jepang”, sah-sah saja buat Mbak Rini buat mengakui diri sebagai “penerjemah buku The Marriage Bureau”. Kalau tidak berani membangun personal branding itu namanya penerjemah yang sudah ketinggalan zaman.

  13. Makasih, Mbak Dini. Saya khawatir saja kalau ternyata yang tercentang itu entry blog yang tidak relevan dengan penerjemahan…khawatir melanggar kesopanan sebagai tamu di ‘rumah’ Mbak Dini ini..:)
    Haiyah, di atas web designer-nya kurang g..memalukan..hahahaha..
    Betul betul..saya salut sekali, Mbak Dini berani fokus dan berkomitmen sebagai penerjemah bahasa Jepang. Bonne chance [good luck]🙂

    • Oh, nggak apa-apa, Mbak Rini meskipun tidak terkait penerjemahan. ^-^

      Je vous remercie, Mbak Rini. Terima kasih banyak. (Liat di kamus elektronik yang kebetulan ada contoh percakapan bahasa Perancisnya).🙂

  14. Ping-balik: Penerjemah Komik | Andini Rizky, Penerjemah Bahasa Jepang

  15. mbak saya beruntung bia membaca pengalaman mbak, mau tanya kalo boleh, bagaimana mengatasi kejenuhan menghapal kanji…dan cara terbaik meningkatkan kemampuan bahasa jepang kita

    • Kejenuhan pasti ada. Kalau jenuh ya tinggalkan dulu sejenak. Belajar kanjinya langsung dari komik, buku, atau artikel menarik di internet saja supaya terasa manfaatnya dan mungkin bisa mengurangi kebosanan.
      Cara terbaik meningkatkan kemampuan: gunakanlah.

  16. Sebagai penerjemah tulisan 翻訳者 apa saja yang harus diperhatikan ? Terima kasih

    • Apa ya…
      1. ketersesuaian dengan EYD,
      2. bahasa Indonesia yang baik dan benar,
      3. jangan sampai ingkar dari perjanjian tentang tenggat,
      4. cepat menanggapi pertanyaan klien karena memang tidak tatap muka langsung, dan
      5. menjaga kepercayaan klien terhadap kita.

  17. senpai…perkenalkan nama saya laili, saya mahasiswa jurusan bahasa jepang UNESA. saya mau tanya bagaimana cara-cara nerjemahin komik, pedoman apa saja yang dipake, soalnya ada tugas suruh bikin makalah tsuyaku. 本当にお願いします。
    どうもありがとうございました。

    • Bagaimana ya cara menerjemahkan komik? Saya belum pernah, Laili-san, dan saya juga tidak tahu penerjemah komik pakai pedoman apa. Mungkin mempelajari komik-komik yang sudah terbit. Tsuuyaku itu interpreting atau penerjemahan lisan. Sedangkan kalau menerjemahkan tulisan disebut hon’yaku.

  18. permisi,saya mau tanya juga..untuk menjadi penerjemah,sebaiknya kuliah di jurusan apa?terimakasih🙂

    • Apa saja. Sebenarnya yang dinilai dari penerjemah itu kemampuan menerjemahkannya, bukan ijazah atau pun jurusannya. Saya penerjemah bahasa Jepang dari jurusan hukum. Tetapi saya rasa calon klien tidak peduli dengan jurusan dan lebih mementingkan kenyataan bahwa pendidikan terakhir saya di Jepang, pengalaman saya, dan pada hasil tes yang mereka berikan.

      Jadi kalau Anda mau masuk jurusan sastra, boleh juga, atau kalau Anda suka menerjemahkan bidang kedokteran dan ingin masuk Fakultas Kedokteran, (sambil latihan menerjemahkan sendiri atau di tempat lain), boleh juga. Saya tidak bilang ini pilihan yang ekonomis hehe tapi bisa saja kan.

      Bagaimana pun juga yang menentukan nanti adalah kemampuan Anda menerjemahkan.

  19. aku mau jadi penerjemah!! XDD
    Kayaknya asik deh ^^
    Mumpung masih banyak waktu, coba aja semuanya🙂
    Arigatou oneesan (bener nggak sih nulisnya?) jadi terinspirasi nih😉
    Minimal penerjemah itu umur berapa sih?

  20. agus @ Andini sensei …!!! kalau ingin menjadi penerjemah bahasa jepang apa harus lulusan university japan ,,,,,,,,,? dan apakah harus lulus 1 kyu [ N 1 ] ,,,,,,,,yoroshiku ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!

    • Yang biasa ditanya itu sertifikat JLPT. Gak harus lulusan Jepang, tapi kalau lulusan Jepang biasanya diprioritaskan. Ada yang menyaratkan harus N1, ada yang boleh N2/N3, terserah yang membuka lowongan penerjemah itu sih… Untuk meningkatkan daya saing kita, ya usahakan N1 dong…

  21. Terimakasih infonya mba,
    meskipun saya sudah sangat telat baca nya..
    mba, link biro jasa penerjemahan bahasa jepang apa aja? Trims ya

  22. Waah,saya jadi pengen juga jadi penerjemah.
    Saya juga dulu kuliah di jepang,
    Di univ.shinshu..jd pernah tinggal d matsumoto jg mba..

    Sekarang, saya pengen cari kerja yg bisa dikerjain dari rumah,berhubung sekarang saya harus mengurus suami dan anak batita 2 orang. Mba dini punya info ga lowongan yg lg buka buat penerjemah bahasa jepang?makasih mba..

  23. sebagai seorang penerjemah, apa ajha sich suka dan duka nya sebagai seorang penerjemah, dan waktu pertama kali sebagai penerjemah (tentu saja setelah lepas dari NHK radio), bagaimana kak andhini menentukan tarif terjemahan? terus gmn cara nya menjadi seorang penerjemah, sumimasen kalau saya banyak tanya. domo arigato. hmm….. betul gk ya kalimat saya?!

  24. wah….sepertinya menarik…… tapi kalau kerja di NHK cuman di liat skill aja kan….???

  25. Wah,menarik
    Saya sedang berjuang mencari バイトpas liburan musim dingin🙂
    http://novalvi.wordpress.com

  26. Saya mau dong buk jadi asistennya.
    Saat ini saya jadi tsuyaku, tapi karna kemampuan nihonggo saya pas pasan.. rasany saya jadi ingin berhenti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s