Pengantar Bahasa Hormat (Keigo)

Buku BisnisKalau Anda bekerja di Jepang atau bekerja untuk orang Jepang, pengetahuan tentang bahasa penghormatan (keigo 敬語) merupakan pengetahuan wajib.  Apa sih sebenarnya fungsi bahasa penghormatan itu?

  • Menyatakan perasaan hormat pada lawan bicara
  • Menjaga jarak yang tepat dengan lawan bicara
  • Menunjukkan wibawa dan nilai bagi si pengguna itu sendiri
  • Sebagai adat sopan-santun dalam hidup bermasyarakat di Jepang
  • Sebagai alat komunikasi untuk melancarkan penyampaian maksud dengan sopan

Terhadap siapa kita menggunakan bahasa penghormatan?

  • Orang yang lebih tua, orang yang pengalamannya lebih banyak, orang yang kita segani, orang yang kita hormati karena budi baiknya kepada kita, guru, dan lain sebagainya. Bahasa penghormatan menunjukkan perasaan hormat dan segan kita terhadap lawan bicara.
  • Rekan sekerja, atasan, dan klien. Dengan menggunakan bahasa hormat, kita mempertahankan jarak emosional yang tepat, dan agar tidak dinilai kurang ajar. Kepada keluarga kita tidak menggunakan bahasa hormat karena jarak emosional dengan keluarga sangat dekat.
  • Bahasa hormat tidak  hanya menunjukkan penghormatan pada orang lain, tetapi juga menunjukkan wibawa dan ketinggian derajat  si pengguna. Itulah sebabnya orang lanjut usia sering menggunakan bahasa hormat kepada pegawai toko yang jauh lebih muda.
  • Kepada orang yang baru dikenal atau tetangga, kita juga menggunakan bahasa penghormatan. Tujuannya untuk menunjukkan rasa saling menghormati dan menghindari kesan sok akrab. Kalau sudah akrab, baru kita boleh menggunakan bahasa netral untuk sehari-hari.

Bahasa hormat ada tiga macam:

  1. sonkeigo 尊敬語 (honorific language, bahasa meninggikan orang lain)
  2. kenjougo 謙譲語 (humble/modest/deferential language, bahasa merendahkan diri)
  3. teineigo 丁寧語 (polite language, bahasa sopan)

Contoh:

Untuk kata netral iu 言う (mengatakan). Untuk menyatakan ‘mengatakan’ yang dilakukan oleh orang yang kita hormati, misalnya sensei 先生(guru), kita menggunakan sonkeigo 尊敬語 yang meninggikan orang lain, yaitu kata ossharu おっしゃる (mengatakan).

Kalimat netral:  Sensei ga A-san ni iu. 先生がAさんに言う。

Kalimat penghormatan dengan sonkeigo:  Sensei ga A-san ni osshaimasu. 先生がAさんにおっしゃいます。

Sedangkan untuk merendahkan diri (atau bisa juga menunjukkan kedudukan orang lain yang lebih rendah), kata netral ‘iu’ 言う, digantikan oleh bahasa merendah kenjougo 謙譲語, yaitu mousu 申す.

Kalimat netral: A-san ga sensei ni iu. Aさんが先生に言う。

Kalimat merendah: A-san ga sensei ni moushimasu. Aさんが先生に申します。

Sedangkan bahasa sopan (teineigo 丁寧語) itu… jika kita menggunakan akhiran desu です, masu ます dalam kalimat.

Bahasa netral: 今日は暑いね。Kyou wa atsui ne. Hari ini panas ya.

Bahasa  sopan teineigo 丁寧語:  今日は暑いですね。Kyou wa atsui desu ne. Hari ini panas ya.

Aduh.. pusing… Teineigo, kenjougo… apa tadi?

Yang penting begini, untuk menggambarkan tindakan orang yang terhormat, kita menggunakan kata-kata yang meninggikan, misalnya: ossharu おっしゃる (bicara), meshiagaru 召し上がる (makan, minum), irassharu いらっしゃる (pergi, datang, ada) , kata kerja bentuk ‘reru‘ れる dan ‘rareru‘ られる, dan bentuk ‘o… ni naru‘ お。。。になる.

Untuk menggambarkan tindakan diri sendiri, kita menggunakan kata-kata yang merendah, misalnya: mousu 申す (bicara), itadaku いただく(menerima, makan, minum), mairu 参る (pergi, datang), ukagau 伺う (berkunjung), uketamawaru 承る (mendengarkan, melayani), bentuk –te orimasu -ております, bentuk ‘go… suru‘  ご。。。する, itasu いたす.

Sedangkan untuk menunjukkan penghormatan yang ‘sedang-sedang saja’ kita menggunakan bentuk sopan teineigo 丁寧語 yang diakhiri dengan desu dan masu. Seperti kata ikimasu 行きます (pergi), shimasu します (melakukan), dan kaimasu 買います(membeli). Biasanya pemula pembelajar bahasa Jepang diajari bentuk bahasa sopan teineigo丁寧語 ini terlebih dulu, sebelum diperkenalkan pada bahasa netral yang menggunakan kata bentuk dasar/bentuk kamus.

14 responses to “Pengantar Bahasa Hormat (Keigo)

  1. mbak andini kalau saya nonton film jepang. film-film tentang kerajaan atau samurai gitu. mereka pakai bahasa apa sih. beda sekali dengan bahasa difilm biasa. mbak blog mbak mulai banyak yang baca tuh

    • Mas Gonzaga, iya, betul, bahasa samurai itu unik. Saya nggak ngerti kalau nggak buka-buka kamus. Kalau yang hobi baca jidai shousetsu (時代小説, novel tentang Jepang sebelum Zaman Meiji), mungkin suka-suka aja ngikutin bahasa Jepang ala samurai. Di Jepang rupanya sudah pernah terbit beberapa buku bertajuk 武士語 (bushigo, bahasa samurai) atau ‘samurai no nihongo 侍の日本語’ ini. http://d.hatena.ne.jp/founder/20090415/1239791172

      Ah masa sih.. mulai banyak yang baca… yang bener? Jangan bikin ge-er gitu ah… (^-^)

  2. wah kalo mbak aja yang uda lama masih buka kamus apalagi aku yang masih baru belajar tinggal melongo aja. tapi thanx buat info minimal kalo aku nonton film ninja atau samurai aku tinggal tutup mata dan telinga jadi nggak pusing hehe

  3. biar samuarai ama ninja nya aja yang nonton aku tidur hihi^-^.

  4. menarik juga,web-nya mbak andini pantes d save d bookmark nih..^^

    wah, kalo ma tmn sukanya pake bahasa futsukei, jd meskipun q dah berkali – kali bljr keigo tp slalu lupa,, hehehe.

    • Hebat dong, sudah pake futsuukei 普通形 (oh iya ya, itu dia namanya!). Keigo memang lebih jarang dipakai ya. Mahasiswa pakai keigo kapan ya… mungkin ketika bicara dengan sensei, atau kalau kerja paruh waktu melayani pelanggan.

  5. mbak andini, kyanya aku ga mau ketinggalan setiap postinganmu. insyaAlloh up-date trs deh he2. oya, knpa mbak g nulis buku tentang penerjemahan?atau istilah khusus bidang trtentu yg akn sgt mmbntu para pembelajar b.jep yg ingin atau sdg merintis mnjd penerjemah sprti aq..he5 ..di tunggu lhoo..terimakasih sharing ilmunya ..sgt sgt bermanfaat =)

    • Oh… dirimu terlalu baik, Mbak Dwi, membuat hatiku berbunga-bunga. Semoga tercapai cita-citanya menjadi penerjemah bahasa Jepang. Menulis buku sendiri, itu termasuk cita-cita saya juga. Ganbarimashou ne…(^_^)

  6. baru sekali masuk blog ini… hehe.. watakushi ha Bekan to moushimasu… Surabaya kara mairimashita. Douzo yoroshiku onegaishimasu… gitu yah Keigonya mba? udah rada lupa… hehe…
    namanya kok hampir sama Senseiku y? Rizki Andini… Hee.. salam kenal mba. Kpan2 mampir ya?
    .-= masbeken´s last blog ..Pengen Pulang ke Trenggalek =-.

    • Yoroshiku onegai itashimasu.
      Hai, yoku dekimashita! Ehehe… Namanya bolak-balik doang ya. Saya punya dua adik di Sastra UNAIR, jadi pernah dengar nama beliau karena nama yang mirip. Ha ha.
      Salam kenal, Mas Beken. Saya pengen juga belajar cari uang dengan blog. Semoga kesampaian pulang ke Trenggalek. Cep cep…jangan nangis terus ya.

  7. Sewaktu belajar biasa pake sonkeigo dan teineigo karena kebiasaan pake desu dan masu jadi kagok kalau pake futsuukei. Terkadang lawan bicara jadi agak rikuh dan bilang..kamu jangan terlalu sopan dong bicaranya.. duuh.. kadang masih bingung menentukan kapan saatnya menggunakan bahasa hormat,sopan dan biasa. Kadang2 karena lawan bicara menggunakan bahasa biasa kita ikutan jadi pake bahasa biasa..padahal lawan bicara itu sensei kita, kira2 oleh lawan bicara yang sensei tsb kita bisa dianggap tidak sopan gak ya?..

    • Paling-paling dia pikir, dasar orang asing (mahasiswa asing?). Ya dianggap kurang jago aja ‘kali. Biasalah, namanya juga belajar. Mungkin abis ngobrol sama sensei, bilang juga, “Sensei… ukkari futekisetsu na nihongo de hanashite shimai, shitsurei itashimashita. Douka ki o waruku shinaide kudasai…” (Panjang?)

  8. Ping-balik: Ragam Bahasa Hormat (Keigo) | SHIRITORI OFFICIAL BLOG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s