Penerjemah Dunia Penerbitan

BukuSaya memulai karir sebagai penerjemah media (media hon’yaku メディア翻訳), lalu penerjemah industri (san’gyou hon’yaku 産業翻訳)/penerjemah bisnis (bijinesu hon’yaku ビジネス翻訳/jitsumu hon’yaku 実務翻訳) di Jepang. Kemudian saat ini saya bisa disebut penerjemah dunia penerbitan (shuppan hon’yaku/出版翻訳) di Indonesia. Berikut sedikit pengetahuan tentang penerjemah penerbitan yang bisa saya ceritakan.

Tugas penerjemah dunia penerbitan bisa dilakukan dari rumah, selama ada komputer, dan sambungan internet.  Telecommuting, atau zaitaku kinmu 在宅勤務. Keren? Nggak juga soalnya kerja sambil pakai daster, bukan pakai jas. ^-^

Penerjemah bahasa Jepang yang terdaftar sebagai penerjemah lepas di penerbit, tidak hanya mendapatkan pesanan untuk menerjemahkan buku. Penerjemah bisa juga diminta untuk menuliskan surat rekomendasi buku berbahasa Jepang.

Editor penerbit akan mengirimkan fotokopi seluruh buku melalui Tiki JNE (spesifik banget) kepada penerjemah di rumahnya masing-masing (ya di mana lagi). Paket buku itu datang dengan disisipi sepucuk surat berisi tenggat waktu yang  ditetapkan oleh editor. Tenggat waktunya cukup lama. Satu buku bisa 2-3 minggu. Surat rekomendasi yang telah selesai kemudian dikirimkan lewat e-mail kepada editor yang bersangkutan.

Kalau penerbit memutuskan untuk menerbitkannya, dan Anda sedang beruntung karena bermacam-macam faktor (misal, penerjemah lain sedang sibuk, penerjemah lain menolak, Anda memang orang paling tepat untuk buku jenis itu, dan sebagainya), Anda juga akan kebagian order menerjemahkan buku itu.  Setelah negosiasi tentang tenggat waktu dan honor, penerbit akan mengirimkan surat kontrak ke alamat Anda untuk ditandatangani dan dikembalikan dengan Tiki JNE (bukan sponsor blog ini). Editor akan menghubungi Anda lewat e-mail untuk meminta perbaikan terjemahan, melengkapi yang kurang, dan sebagainya.

Honor penerjemah buku dibayar sekali saja setelah penerjemahan selesai. Penerjemah tidak mendapatkan royalti seperti penulis buku.

Kalau Anda memiliki blog (dan sebaiknya punya), Anda bisa menulis resensinya dan memasarkan buku-buku hasil terjemahan Anda lewat blog sekaligus menjadikannya sebagai contoh portofolio jasa Anda yang akan meningkatkan kredibilitas Anda sebagai penerjemah.

25 responses to “Penerjemah Dunia Penerbitan

  1. mbak andini biasanya penerjemah butuh kamus.
    trus kamus yang mbak pakai apa

  2. Kamus elektronik Casio Ex-Word. Bukan iklan. ^^

  3. Hahaha..tenang Mbak Dini, saya nggak ‘menuduh’ ngiklan..
    Zaitaku kinmu..catet ah, walaupun agak sukar mengingatnya:)
    BTW yang aku tahu, penulis surat rekomendasi itu namanya reviewer. Aku sendiri lebih suka sebutan first reader, supaya tidak tertukar dengan peresensi. Tapi penerbit maunya reviewer..
    Terima kasih sudah berbagi cerita menarik ini;)

    • Kamus mah… senjata rahasia kali ya Mbak Rini. ^-^
      Kelengkapan isi kamus kan menentukan kualitas terjemahan juga…
      Zaitaku kinmu (telecommuting) artinya ya… bertugas sambil berada di rumah.
      Perancis-nya apa dong? Baru tau kalo reviewer/first reader, namanya. ^-^
      Kan belajar berbagi dari Mbak Rini. Blognya keren banget…

  4. Prancisnya télétravail🙂
    BTW soal first reader, naskah Indonesia juga mulai mengenal ini..walaupun belum seluas naskah terjemahan:)
    Sama-sama, blog Mbak Dini keren, kok..malah lebih bisa fokus mengisinya dibandingkan aku..hehehe..

    • Biar banyak yang ngasih pendapat ya, Mbak Rini?
      Gak selesai-selesai kali belajarnya…kalo harus ngedesain sampai jadi sebagus blog Mbak Rini. Mbak Rini bikin sendiri ya?

      Prioritas saya saat ini bikin konten blog yang banyak dulu deh… baru ntar mikirin desain. Buku2nya belum terbit pun, belum bisa dijadiin header kayak blog Mbak Rini. ^-^

  5. Hehe..theme MP-ku didesain Mas Ferry dan Mbak Zev, Mbak Dini..http://zevzanzad.multiply.com
    Dulu suka ngoprek CSS dan otak-atik gambar sendiri, tapi hasilnya sering nabrak…atau warnanya terlalu silau, dan banyak lagi..ditambah keterbatasan waktu, nggak sempat lagi ngubek-ngubek..bisa seharian memang, ngerjain itu aja:D

    Betul, konten itu penting. Saya sih ngerasa nyaman-nyaman aja apalagi di wordpress begini..nggak ribet komennya dan nggak lemot loadingnya kayak blogspot:)

    • Sudah liat-liat ke sana, wah keren ya. Temen sendiri, jadinya gratis ya Mbak Rini? Tarifnya berapa ya kalau buat WordPress.. . Saya pernah baca orang yang bayar $3000 untuk desain aja. Mahal sekali. Ada yang jual theme $20 saja, bagi saya sudah mahal sekali. ^-^

      Masa sih nggak lemot… saya pernah dikomplain katanya suka lelet dan susah ninggalin komentar di sini. Ada kemajuan berarti, hosting-nya. Meski Sabtu kemarin down seharian. ^-^

  6. Hehe..kurang tahu kalau tarif desain, walaupun saya pernah kerja di perusahaan IT *ga penting amat ya*..memang mahal:D

    Betulan kok, lancar..atau komputer saya ya yang bersahabat dengan wordpress? Hehehe..

    • Penting dong pengalamannya Mbak Rini. ^-^

      Syukurlah kalau lancar, soalnya kalo diakses dari Jepang, susah katanya. Pas saya komplain ke hosting, ditawarin pindah ke server Amerika. Bingung.

      Urusan hosting aja masih bingung… desain nanti dulu. Satu satu… ^-^

  7. Nah, kalo hosting aku gagap banget, Mbak Dini..soalnya dulu di divisi marketing dan lebih banyak urusan sama desain, promo serta konten:D

    Betul Mbak, pelan-pelan aja…nyaman begini, kok:)
    .-= Rini Nurul Badariah´s last blog ..Mengintip Kamus Yorkshire =-.

    • Ilmu marketing-nya bisa dimanfaatkan dong untuk memasarkan jasa penerjemahannya, Mbak Rini.

      Saya sering dapat tawaran menerjemahkan bahasa Jepang dari pengunjung blog ini padahal sudah pengumuman sedang tidak terima order. Bukti bahwa blog itu mesin pemasaran yang bagus untuk penerjemah. ^-^

  8. Wow, alhamdulillah. Turut senang mendengarnya, Mbak Dini..apa pun alasan yang melatari tidak terima order tersebut:)

    Ilmu marketing secara tertulis, sih..karena saya dulu web copywriter:) Setuju, blog merupakan piranti pemasaran yang baik..maka dari itu perlu dirawat dan dipupuk terus:D
    .-= Rini Nurul Badariah´s last blog ..Mengintip Kamus Yorkshire =-.

    • Alasan menolaknya karena order dari penerbit sudah banyak saja sih Mbak Rini.

      Wah keren, pantas tulisan Mbak Rini sering dimuat di media massa ya. Memang sudah bidangnya di dunia tulis-menulis.

      Iya Mbak, lagipula selama nge-blog sekalian latihan menulis. Di masa depan saya berharap bisa menerbitkan buku-buku yang ditulis sendiri seperti Mbak Rini.

  9. waduh – waduh,, dr yg dbicarakan, mbak mbak ini penerjemah kawakan dah.
    kebetulan banget, bisa buat cari informasi tntng pekerjaan, coz q dah bljr bhs jpg 2,5 tahun d salah satu universitas d surabaya tp blm jg punya gambaran mau kerja apa kalo lulus (apa musti beli crayon ma kertas gambar kali ya ???).
    btw, zaitaku kinmu enak ga enaknya apa mbak andini ?

    • Saya ragu apakah bisa memberikan informasi tentang pekerjaan pada Mas Tiyok, tetapi senang sekali dapat tamu baru. Kemampuan bahasa Jepang bisa jadi nilai tambah kan… apa pun profesi yang Mas Tiyok pilih nanti.

      Senangnya zaitaku kinmu… bisa bersama anak-anak, nggak senangnya… bersama anak-anak, susah konsentrasi. Senangnya… nggak perlu bertemu orang, nggak senangnya… nggak bertemu orang, sepi. (^-^)

  10. setelah diteliti ternyata ada pertanyaan lagi nih.

    memasarkan hasil terjemahan lewat blog ya mbak. Minta ijin publikasi dari pengarang asli atau penerbit aslinya susah ga ?

  11. iya betul, kalau masalah copyright biasanya penerbit yang akan menguruskan🙂

  12. menyukai ini.
    Honyakusha, BANZAAIII!!!
    Ore mo kore kara ha zuuutto ganbarisu!!!

  13. klu mau terjemahkan Hiragana ke Indonesia gmn ya??

  14. tanya mba, maksudnya memasarkan hasil terjemahan kita lewat blog apa ya? bukankah terjemahan kita sudah di pasarkan oleh penerbit yg mengkontrak kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s