Dua Buku Serupa Tapi Tak Sama

Yang ingin tahu mengapa saya tidak di rumah akhir pekan lalu… saya pergi ke Pameran Buku Islam di Gelora Senayan Jakarta. Apa? Nggak nanya? Biarin.

Di antara hasil perburuan saya hari itu adalah buku The Miracle of Enzyme versi terjemahan bahasa Indonesia yang ditulis Hiromi Shinya, MD. Kebetulan saya sudah memiliki buku versi aslinya, dalam bahasa Jepang, berjudul 病気にならない生き方 (Byouki Ni Naranai Ikikata, secara literal artinya: Cara Hidup Agar Tidak Sakit).  Jauh banget ya.

Buku versi bahasa Indonesia rupanya diterjemahkan dari versi bahasa Inggris, bukan versi bahasa Jepang, dan tenang saja, bukan terjemahan saya kok, he he… Sebentar ya, coba lihat di dalamnya, pasti ada nama penerjemahnya yang dicetak dengan huruf kecil-kecil… Yak ketemu, buku ini diterjemahkan oleh seorang penerjemah bernama Winny Prasetyowati, yang sepertinya sudah sering menerjemahkan untuk Mizan. Sayang, nggak ada blog-nya.

Niat saya waktu membeli buku versi bahasa Indonesia itu tak lain dan tak bukan untuk belajar. Tata bahasa Jepang sangat jauh berbeda dengan bahasa Indonesia. Terbalik  susunan katanya sehingga tidak bisa diterjemahkan langsung kata per kata seperti bahasa Inggris. Sering juga kalimat bahasa Jepang itu berentet panjang sehingga saat menerjemahkan kita harus putar otak di mana nih sebaiknya memutuskan kalimatnya supaya bisa mudah dipahami dalam bahasa Indonesia. Rencananya saya ingin membandingkan kedua versi, lalu memperkaya repertoire teknik menerjemahkan  yang saya miliki. Karena kalau tidak terus belajar, bisa-bisa saya terjebak dengan ‘gaya sendiri’ dan kemampuan saya jadi mandeg begitu-begitu saja. Lagipula saya merasa kurang seru menerjemahkan kalau saya sendiri merasa tidak ikut bertambah ilmu dengan melakukannya.

Selintas saja membandingkan kedua buku tersebut, yang dapat saya simpulkan kira-kira:

1. Buku versi Indonesia sampulnya dibuka ke kiri, sedangkan buku versi Jepang dibuka ke kanan. (Aiyaa… nggak penting.)

2. Buku versi Indonesia dibaca dari kiri ke kanan, sedangkan buku versi Jepang dibaca dari atas ke bawah. (Lagi-lagi nggak penting.)

3. Buku versi Indonesia mencantumkan foto penulisnya, sedangkan buku versi Jepang tidak.

4. Buku versi Indonesia mencantumkan beberapa halaman profil tentang penulis di bagian terdepan, sedangkan buku versi Jepang di bagian terbelakang, itu pun kecil-kecil seperti buku Jepang lain pada umumnya.

5. Buku versi Indonesia dilengkapi kata sambutan dari Menteri Kesehatan RI dan Dekan FK Unair, sedangkan buku versi Jepang tidak pakai sambutan dari siapa-siapa.

6. Buku versi Indonesia banyak menggunakan variasi typography (penebalan huruf, blockquote, dan sebagainya), sedangkan buku versi Jepang bisa dibilang generik tanpa hiasan.

7. Sampul versi Indonesia lebih menarik, dengan embos huruf ber-glitter, sedangkan buku versi Jepang hanya tulisan hitam atau putih di atas latar merah.

Memang sih, poin-poin di atas tidak termasuk wilayah tugas penerjemah, tetapi saya jadi kagum sekali dengan begitu banyak upaya yang dilakukan penerbit Indonesia untuk menjual buku terjemahan dari Jepang tersebut. Kalau menilai dari jumlah cetak ulang yang mencapai bilangan ke-11, sepertinya buku ini cukup laku juga ya. Lagi-lagi tidak ada hubungannya dengan penerjemah karena penerjemah dibayar sekali saja. Tetapi sebagai orang yang ikut andil, tentu penerjemahnya bahagia juga mengetahui buku terjemahannya laris, selain itu biasanya akan memperbesar kemungkinan jasanya dipakai lagi di kemudian hari.

Perbandingan secara pilihan kata, struktur kalimat, dan teknik menerjemahkan lainnya, tidak saya paparkan di sini, biarlah saya simpan sendiri  sebagai ‘senjata rahasia’. Ashikarazu. 悪しからず。Harap maklum.

10 responses to “Dua Buku Serupa Tapi Tak Sama

  1. Pemerhati nama penerjemah di buku rupanya, Mbak Dini, salut:D
    pasti penerjemah bersangkutan sangat merasa diapresiasi.

  2. Wah, betul. Di halaman pertama pula🙂
    .-= Rini Nurul Badariah´s last blog ..Distorsi =-.

  3. Tiada hari tanpa Google, Mbak Dini.😀

  4. assalamu’alaikum,,,
    Blog nya okey mb’,,,
    aQ suka bahasanya mb’,,,
    seru,,seru,,,

    tapi kok Perbandingan pilihan kata, struktur kalimat, dan teknik menerjemahkan lainnya pakek acara dirahasiain segala sih,,,
    kan itung2 bagi2 ilmu mb,,,
    hehehehe,,,
    salam kenal mb’,,
    gOod Luck

  5. Hey, thanks for the article post.Really thank you!

  6. Saya mencari buku belajar Islam untuk orang Jepang.. jadi dalam bahasa Jepang.. karena kebetulan calon suami saya mau menjadi Mualaf dan mau mempelejari Islam lebih salam.. tapi saya pun masih belajar bahasa Jepang.. apa ada referensi beli di mana atau link website yg menjual buku tersebut ? Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s