Beberapa Hal Sebelum Belajar Bahasa Jepang

shibuya - world's busiest intersection
Sebelum mulai belajar tata bahasa Jepang, ada beberapa hal mengenai bahasa Jepang yang mungkin perlu untuk pengetahuan dasar.

1. Huruf yang dipakai ada 4 macam, yaitu kanji, kana yaitu hiragana dan katakana, serta romaji (alfabet ABC). Ini semua harus dihapalkan, ya… sedikit demi sedikit, bisa dihapalkan dalam setahun. Tabel hiragana dan katakana bisa diunduh di sini.

2. Tata bahasa Jepang meletakkan kata kerja di akhir kalimat sehingga terbalik dari bahasa Indonesia dan Inggris, tetapi sangat mirip dengan tata bahasa Korea.

Bahasa Indonesia : Saya makan roti.

Bahasa Jepang : Watashi wa pan o tabemasu. 私はパンを食べます。

(watashi : saya, pan : roti, o : partikel penanda bahwa ‘pan‘ adalah objek, tabemasu : bentuk masu dari taberu, artinya makan)

3. Kalau Anda serius dan yakin ingin menguasai bahasa Jepang sebaiknya tahu cara menggunakan kamus, bisa kamus online atau kamus elektronik atau kamus biasa.

4. Ada beberapa jenis ujian bahasa Jepang untuk orang asing. Yang paling terkenal adalah JLPT (Japanese Language Proficiency Test) atau Uji Kemampuan Bahasa Jepang yang diselenggarakan Monbukagakushou (Kementerian Pendidikan Jepang). Yang paling mudah adalah tingkat N5. Tertinggi N1, yang merupakan target paling bergengsi bagi pembelajar bahasa Jepang. Bagus untuk memberikan motivasi belajar lebih lanjut.

Universitas Jepang banyak yang mensyaratkan kelulusan tingkat N1 pada calon mahasiswa asing. Perusahaan Jepang di Indonesia juga lebih menyukai pemilik sertifikat JLPT, terutama tingkat N2 dan N1. Selain JLPT, ada juga J-Test, dan BJT atau Business Japanese Test (kabarnya akan berakhir tahun ini karena bangkrut).

5. Untuk menampilkan huruf Jepang dengan baik dan mengetik dengan huruf Jepang, tidak perlu beli software baru, tetapi Anda perlu tahu cara menyetel Control Panel pada komputer Anda.

6. Beberapa tips pengucapan, baca di sini.

Tentang Huruf Jepang

Hiragana

Hiragana, menurut saya, merupakan yang paling utama dipelajari karena kurang lebih 60% bagian dari kalimat bahasa Jepang menggunakan hiragana. Hiragana merupakan lambang bunyi a i u e o, ka ki ku ke ko, dan seterusnya sehingga bisa menggantikan kanji dan seluruh kalimat Jepang bisa saja ditulis dengan hiragana semua. Namun karena bahasa Jepang tidak mengenal spasi, kalimat yang terdiri dari hiragana semua menjadi sulit dibaca. Jadi sebetulnya kanji itu mempermudah pemahaman arti. Tetapi ada perkecualian juga. Buku cerita anak usia rendah biasa menggunakan hiragana dan tanpa kanji, tetapi dengan memberikan spasi di antara kata.

Hiragana konon diturunkan dari kanji (ada beberapa buku bahasa Jepang yang menunjukkan bagaimana kanji tertentu diubah bentuknya menjadi hiragana). Bentuk hiragana bulat-bulat, banyak lengkungan, dan sejarah awalnya digunakan oleh kaum wanita.

Katakana

Selanjutnya, katakana, yang juga merupakan lambang bunyi dan turunan kanji seperti hiragana, tetapi dengan bentuk yang tajam-tajam, banyak garis-garis lurus, dan sejarahnya digunakan oleh kaum pria saja. Katakana digunakan untuk menulis kata-kata pinjaman dari bahasa asing (termasuk nama orang asing), nama tumbuhan dan hewan, kata-kata onomatope, kata seru, dan untuk memberikan penekanan pada kata.

Saya ingat orang Jepang banyak yang melafalkan bahasa Inggris seperti menggunakan bunyi katakana. Misalnya, “this is a pen” menjadi ディス・イズ・ア・ペン。(baca: “disu izu a pen”). Pertama dengar ya bingung. Lama-lama terbiasa, dan kalau sudah menangkap prinsip penggantian bunyi bahasa Inggris ke bunyi katakana, cukup membantu dalam menguasai kosa kata Jepang yang baru. Misalnya, hotel (bahasa Inggris), bahasa Jepangnya adalah “hoteru/ホテル”. Kalau terpaksa, lupa bahasa Jepangnya apa, istilah bahasa Inggris bisa kita ganti saja ke bunyi katakana, dan suka nyambung juga.

Kanji

Kanji, yang mengintimasi karena ada banyak sekali. Ada yang mengatakan jumlah kanji ada 10.000 sampai 40.000. Entahlah yang mana yang benar, tetapi sebagai untuk hidup sehari-hari hanya perlu hapal Joyou Kanji atau kanji yang dipakai sehari-hari(1945 huruf). Jouyou Kanji kabarnya akan ditambah lagi tahun ini oleh Monbukagakushou. Huh, pingsan dulu ah. Lihat di sini. Sedangkan cara penulisan kanji untuk tiap level JLPT (dari N5 sampai N1) bisa lihat di sini.

Kita sambung lain kali ya. Sampai nanti. Mata ne.

4 responses to “Beberapa Hal Sebelum Belajar Bahasa Jepang

  1. Bu Andin, saya liat di dorama-dorama, kalo orang-orang jepang ngetik huruf di komputer mereka, ada semacam fitur text wrap bgitu ya? Misalnya kita nulis “sug”, fitur text wrapnya lgsg jalan dan nampilin beberapa kata yang berasosiasi dengn “sug” misalnya “sugar” atau “suggestion”. Tapi dalam huruf Jepang, bukan romaji.

    Klo keyboard kita ngga ada huruf jepangnya, cm alfabet romaji, susah untuk ngetiknya brarti ya?

    • Halo Mas Gema. Itu namanya text wrap? Baru tau.😀 Iya, kalau di hape, memang keluar nominasi beberapa kata yang sering kita pakai, supaya lebih cepat ngetiknya. Kalau di hape, sistem masukinnya emang huruf a-i-u-e-o, ka-ki-ku-ke-ko, dst. Lalu bisa kita ganti-ganti agar keluar kanji/tulisan yang tepat. Karena ngetiknya kan pakai satu jari. Layoutnya kayak gini:
      http://mobamatsu.cocolog-nifty.com/blog/images/2010/05/02/dsc06735.jpg Misalnya kalau mau nulis あ, tekan 1. Kalau い, tekan 1 dua kali.

      (Tetapi kalau di komputer, ngetiknya dengan 10 jari, dan kita mengetik dengan cara baca alfabet biasa, sehingga gak perlu keyboard khusus.) > Hape yang QWERTY cara masukinnya sama dengan komputer biasa.

  2. Susan juga ya..
    Untuk menguasai bahas Jepang, kita harus mengenal huruf-hurufnya terlebih dahulu, karena bahasa Jepang memiliki jenis huruf yang khas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s