Arsip Kategori: Percakapan Bahasa Jepang

Percakapan Sederhana Dalam Pesawat

Sepertinya blog ini lebih banyak mendapat akses saat saya menulis tentang kalimat praktis percakapan bahasa Jepang daripada tulisan lain, jadi hari ini, kembali beberapa kalimat yang bisa dipakai saat naik pesawat terbang ke Jepang. Ya iya pesawat terbang, masa pesawat tivi.

Samu~ ( さむ~)
Samu~ apaan sih? Samu~ itu dari ‘samui‘, artinya harafiahnya ‘dingin’, diucapkan untuk mengomentari lelucon yang nggak lucu, kalau orang kita bilang ‘garing‘ atau ‘jayusgitu.

OK deh, sekarang kita sedang naik pesawat menuju Bandara Narita, Tokyo. Pesawatnya JAL, jadi pramugarinya mayoritas orang Jepang.

Ada beberapa cara untuk menyebut profesi pramugari dalam bahasa Jepang:

  • suchuwa-desu スチュワーデス, atau suchuwa-desu san スチュワーデスさん, dari bahasa Inggris stewardess, kalau pramugara suchuwa-do スチュワード
  • kyakushitsu joumuin 客室乗務員
  • furaito atendanto フライトアテンダント, dari bahasa Inggris flight attendant

Percakapan Pramugari dengan Penumpang

Pramugari: Nani ka onomimono wa ikaga desu ka?
何かお飲み物はいかがですか。
Apakah Anda ingin minum?

Penumpang: Ada (minuman) apa?
何がありますか。
Nani ga arimasu ka?

Pramugari: Ko-hi-, koucha, ko-ra, bi-ru, orenji ju-su ga gozaimasu ga.
コーヒー、紅茶、コーラ、ビール、オレンジジュースがございますが。
Ada kopi, teh, cola, bir, dan jus jeruk.

Penumpang: Kalau begitu, minta kopi.
じゃあ、コーヒーをお願いします。
Jaa, ko-hi- o onegai shimasu.

Pramugari: Satou to miruku wa otsukai ni narimasu ka?
砂糖とミルクはお使いになりますか。
Apakah Anda ingin pakai gula dan susu/krim?

Penumpang: Ya.
はい。
Hai.

Tidak, terima kasih.
いいえ、けっこうです。
Iie, kekkou desu.

Pramugari: Oshokuji wa, gyuuniku ka sakana no dochira ni nasaimasu ka?
お食事は、牛肉か魚のどちらになさいますか。
Anda ingin hidangan sapi atau ikan?

Penumpang: Minta ikan.
魚をお願いします。
Sakana o onegai shimasu.

Pramugari: Shokuji wa osumi desu ka?
食事はお済ですか。
Apakah makannya sudah selesai?

Penumpang: Belum
いいえ、まだです。
Iie, mada desu.

Penumpang: Minta selimut.
毛布をください。
Moufu o kudasai.

Agak dingin. Ada selimut?
ちょっと寒いですが、毛布ありますか。
Chotto samui desu ga, moufu arimasu ka?

Pramugari: Hai, arimasu. Shou shou omachi kudasai.
はい、あります。少々お待ちください。
Ya, ada. Silakan tunggu sebentar.

Pramugari: Hoka ni nanika irimasu deshou ka?
ほかに何か要りますでしょうか。
Apakah ada sesuatu yang lain yang Anda butuhkan?

Penumpang: Tidak, tidak apa-apa. Terima kasih.
いいえ、大丈夫です。ありがとうございます。
Iie, daijoubu desu. Arigatou gozaimasu.

Selesai… demikian tadi percakapan mudah bahasa Jepang yang bisa dipakai saat naik pesawat.

Kalimat Bahasa Jepang Sederhana Saat Sakit

Hari ini saya sedang sakit. Salah makan (shoku atari, 食あたり). Oleh karena itu, berikut beberapa kalimat sederhana dalam bahasa Jepang yang bisa dipakai saat sedang sakit.

Saya sedang nggak enak badan.
具合が悪いのです。
Guai ga warui no desu.

Saya luka.
ケガをしました。
Kega o shimashita.

Tolong panggilkan ambulans.
救急車を呼んでください。
Kyuukyuusha o yonde kudasai.

Tolong bawa saya ke rumah sakit terdekat.
一番近い病院に連れていってください。
Ichiban chikai byouin ni tsurete itte kudasai.

Di dekat sini ada klinik dokter gigi nggak ya?
近くに歯科はありますか。
Chikaku ni shika wa arimasu ka?

Apakah perlu perjanjian dulu untuk diperiksa?
診療に予約は必要ですか。
Shinryou ni yoyakku wa hitsuyou desu ka?

Pusing.
めまいがします。
Memai ga shimasu.

Suami saya pingsan.
夫が倒れて、意識がありません。
Otto ga taorete, ishiki ga arimasen.

Sakit di bagian sini.
ここが痛みます。
Koko ga itamimasu.
ここが痛いです。
Koko ga itai desu.

Serasa mual, mau muntah.
吐き気がします。
Hakike ga shimasu.

Badan terasa lesu.
体がだるいです。
Karada ga darui desu.

Saya kena anemia/tekanan darah rendah.
貧血を起こしました。
Hinketsu o okoshimashita.

Saya sesak napas.
息が苦しいです。
Iki ga kurushii desu.

Saya sakit kepala.
頭痛がします。
Zutsuu ga shimasu.
頭が痛いです。
Atama ga itai desu.

Saya migren.
偏頭痛があります。
Henzutsuu ga arimasu.

Saya menggigil.
寒気がします。
Samuke ga shimasu.

Saya agak demam.
熱っぽいのです。
Netsuppoi no desu.

Saya pilek.
風邪を引きました。
Kaze o hikimashita.

Saya batuk parah.
ひどく咳き込みます。
Hidoku sekikomimasu.

Saya sembelit.
便秘です。
Benpi desu.

Saya mencret.
下痢です。
Geri desu.

Tenggorokan saya sakit.
のどが痛いです。
Nodo ga itai desu.

Ingusnya nggak berhenti-berhenti.
鼻水が止まりません。
Hanamizu ga tomarimasen.

Telinga saya berdenging.
耳鳴りがします。
Miminari ga shimasu.

Kaki saya keseleo.
足首を捻挫しました。
Ashikubi o nenza shimashita.

Tangan saya patah.
腕の骨を折りました。
Ude no hone o orimashita.

Gigi geraham bungsu saya sakit.
親知らずが痛みます。
Oyashirazu ga itamimasu.

Minta obat pilek.
風邪薬をください。
Kazegusuri o kudasai.

Minta obat diare.
下痢止めの薬をください。
Geridome no kusuri o kudasai.

Apakah bisa beli tanpa resep dokter?
処方箋なしで買えますか。
Shohousen nashi de kaemasu ka?

Apakah ada efek sampingnya?
副作用はありますか。
Fukusayou wa arimasu ka?

Terakhir, ada ucapan salam yang selalu diucapkan kepada orang sakit, yaitu:
Odaiji ni” (お大事に)
atau lebih sopan,
Odaiji ni shite kudasai.” (お大事にしてください。),
atau lebih sopan lagi,
Odaiji ni nasatte kudasai.” (お大事になさってください。)
yang artinya, “Jagalah diri Anda baik-baik”.

Bagaimana menjawabnya? Ya… terima kasih untuk perhatiannya. Jawab, “Arigatou gozaimasu. ありがとうございます。,” saja sudah OK.

Percakapan Saat Memancing

Jumat lalu tanggal merah, kami sekeluarga pergi makan siang sekaligus memancing di sebuah rumah makan saung di antara Krawang – Bekasi. Sementara saya dan ibu saya mengobrol sembari menikmati hidangan khas Sunda, suami saya dan anak-anak heboh memancing dari rumah saung tempat kami duduk-duduk. Maka tema hari ini, bagaimana menerjemahkan percakapan bahasa Indonesia saat memancing ikan ke dalam bahasa Jepang (lah disambung-sambungin gitu…).

1. Sudah sering mancing di sini?

よくここに釣りに来るの?

Yoku koko ni tsuri ni kuru no?

2. Nggak, baru pertama kali.

いいえ、今回がはじめてなの。

Iie, konkai ga hajimete na no.

3. Bisa dapat apa di sekitar sini?

この辺りでは何が釣れるの?

Kono atari dewa nani ga tsureru no?

4. Sudah dapat banyak ya.

もうだいぶ釣ったみたいね。

Mou daibu tsutta mitai ne.

5. Sedikit, ini. Hari ini ikannya nggak mau nggigit.

大したことないよ。今日はあまり食いがよくないな。

Taishita koto nai yo. Kyou wa amari kui ga yokunai na.

6. Pasangin umpan ke pancingku dong?

私のつり針に餌を付けてくれる?

Watashi no tsuribari ni esa o tsukete kureru?

7. Benang pancingnya putus.

糸が切れた。

Ito ga kireta.

8. Dapat sesuatu?

何か釣れた?

Nani ka tsureta?

9. Nggak dapat sama sekali.

いや、全然だめ。

Iya, zenzen dame.

10. Wah, ditarik sama ikannya.

うわ、ぐいぐい引いてる。

Uwa, gui gui hiite ru.

11. Putar kumparan pancingnya.

リールを巻いて。

Ri-ru o maite.

12. Umpannya pakai apa?

餌には何を使ってるの?

Esa ni wa nani o tsukatte ru no?

13. Cacing.

ミミズだよ。

Mimizu da yo.

14. Udahan yuk.

今日、これくらいにする?

Kyou, kore kurai ni suru?

15. Iya, yuk!

ああ、そうしよう。

Aa, sou shiyou.

Sekian, 15 kalimat sederhana yang bisa dipakai saat memancing. Mau pergi kapan?

Adab Bertukar Kartu Nama

Kartu nama bisnis (meishi/名刺) orang Jepang biasanya mempunyai dua sisi yang menampilkan data diri si pemilik. Sisi depan dengan bahasa Jepang, sedangkan di sisi belakangnya dengan alfabet atau bahasa Inggris.

Tahukah Anda bagaimana tata cara bertukar kartu nama bisnis yang berlaku di Jepang?

  1. Pertukaran kartu nama bisnis dilakukan berdiri.
  2. Yang menyerahkan kartu nama lebih dahulu: jika antara tamu dan penerima tamu, maka menurut sopan santun yang lebih dulu adalah si tamu. Atau yang lebih muda, atau lebih rendah jabatannya.
  3. Jika ada seorang yang memperkenalkan, maka yang lebih dulu menyerahkan kartu nama adalah orang yang diperkenalkan duluan.
  4. Menyerahkan kartu nama milik sendiri dengan tangan kanan. Menerima kartu nama orang dengan kedua tangan. Jika kebetulan sedang tidak bisa menerima dengan kedua tangan secara bersamaan, terima dulu dengan tangan kanan, lalu segera susul dengan tangan kiri sehingga terlihat memegangang kartu nama orang tersebut dengan kedua tangan.
  5. Pada saat menyerahkan kartu nama milik sendiri, sebutkan nama perusahaan, bagian tempat Anda bertugas, dan nama Anda dengan jelas.
  6. Saat menyerahkan kartu nama milik sendiri, arahnya harus yang bisa dibaca oleh penerima.
  7. Setelah Anda menghapalkan nama, jabatan, dan nama perusahaan orang tersebut, simpanlah kartu namanya di dalam tempat kartu nama (meishi ire/ 名刺入れ).
  8. Jika Anda tidak yakin cara membaca nama orang itu, silakan langsung bertanya. “Mohon maaf kalau tidak sopan, sudah betulkah saya membaca ini dengan Bapak/Ibu … ? “ “Shitsurei desu ga, ….sama to oyomi shite yoroshii desu ka?” 「 失礼ですが、○○様とお読みしてよろしいですか。」
  9. Jika menerima kartu nama dari beberapa orang sekaligus, boleh membariskan kartu nama mereka di atas meja untuk menghapalkan. Tetapi jangan lama-lama ya. Setelah itu segera simpan kartu nama di dalam tempat kartu nama yang disebut meishi ire / 名刺入れ. Menyimpan kartu nama orang lain langsung di dalam saku itu tidak sopan lho.
  10. Mencatat sesuatu di atas kartu nama orang lain saat orangnya ada di depan kita juga tidak sopan. Jikan ingin mencatat sesuatu, lakukan setelah orang itu sudah pergi.

Sumber:
buku manual sopan santun untuk pegawai baru di suatu perusahaan Jepang

Pengantar Bahasa Hormat (Keigo)

Buku BisnisKalau Anda bekerja di Jepang atau bekerja untuk orang Jepang, pengetahuan tentang bahasa penghormatan (keigo 敬語) merupakan pengetahuan wajib.  Apa sih sebenarnya fungsi bahasa penghormatan itu?

  • Menyatakan perasaan hormat pada lawan bicara
  • Menjaga jarak yang tepat dengan lawan bicara
  • Menunjukkan wibawa dan nilai bagi si pengguna itu sendiri
  • Sebagai adat sopan-santun dalam hidup bermasyarakat di Jepang
  • Sebagai alat komunikasi untuk melancarkan penyampaian maksud dengan sopan

Terhadap siapa kita menggunakan bahasa penghormatan?

  • Orang yang lebih tua, orang yang pengalamannya lebih banyak, orang yang kita segani, orang yang kita hormati karena budi baiknya kepada kita, guru, dan lain sebagainya. Bahasa penghormatan menunjukkan perasaan hormat dan segan kita terhadap lawan bicara.
  • Rekan sekerja, atasan, dan klien. Dengan menggunakan bahasa hormat, kita mempertahankan jarak emosional yang tepat, dan agar tidak dinilai kurang ajar. Kepada keluarga kita tidak menggunakan bahasa hormat karena jarak emosional dengan keluarga sangat dekat.
  • Bahasa hormat tidak  hanya menunjukkan penghormatan pada orang lain, tetapi juga menunjukkan wibawa dan ketinggian derajat  si pengguna. Itulah sebabnya orang lanjut usia sering menggunakan bahasa hormat kepada pegawai toko yang jauh lebih muda.
  • Kepada orang yang baru dikenal atau tetangga, kita juga menggunakan bahasa penghormatan. Tujuannya untuk menunjukkan rasa saling menghormati dan menghindari kesan sok akrab. Kalau sudah akrab, baru kita boleh menggunakan bahasa netral untuk sehari-hari.

Bahasa hormat ada tiga macam:

  1. sonkeigo 尊敬語 (honorific language, bahasa meninggikan orang lain)
  2. kenjougo 謙譲語 (humble/modest/deferential language, bahasa merendahkan diri)
  3. teineigo 丁寧語 (polite language, bahasa sopan)

Contoh:

Untuk kata netral iu 言う (mengatakan). Untuk menyatakan ‘mengatakan’ yang dilakukan oleh orang yang kita hormati, misalnya sensei 先生(guru), kita menggunakan sonkeigo 尊敬語 yang meninggikan orang lain, yaitu kata ossharu おっしゃる (mengatakan).

Kalimat netral:  Sensei ga A-san ni iu. 先生がAさんに言う。

Kalimat penghormatan dengan sonkeigo:  Sensei ga A-san ni osshaimasu. 先生がAさんにおっしゃいます。

Sedangkan untuk merendahkan diri (atau bisa juga menunjukkan kedudukan orang lain yang lebih rendah), kata netral ‘iu’ 言う, digantikan oleh bahasa merendah kenjougo 謙譲語, yaitu mousu 申す.

Kalimat netral: A-san ga sensei ni iu. Aさんが先生に言う。

Kalimat merendah: A-san ga sensei ni moushimasu. Aさんが先生に申します。

Sedangkan bahasa sopan (teineigo 丁寧語) itu… jika kita menggunakan akhiran desu です, masu ます dalam kalimat.

Bahasa netral: 今日は暑いね。Kyou wa atsui ne. Hari ini panas ya.

Bahasa  sopan teineigo 丁寧語:  今日は暑いですね。Kyou wa atsui desu ne. Hari ini panas ya.

Aduh.. pusing… Teineigo, kenjougo… apa tadi?

Yang penting begini, untuk menggambarkan tindakan orang yang terhormat, kita menggunakan kata-kata yang meninggikan, misalnya: ossharu おっしゃる (bicara), meshiagaru 召し上がる (makan, minum), irassharu いらっしゃる (pergi, datang, ada) , kata kerja bentuk ‘reru‘ れる dan ‘rareru‘ られる, dan bentuk ‘o… ni naru‘ お。。。になる.

Untuk menggambarkan tindakan diri sendiri, kita menggunakan kata-kata yang merendah, misalnya: mousu 申す (bicara), itadaku いただく(menerima, makan, minum), mairu 参る (pergi, datang), ukagau 伺う (berkunjung), uketamawaru 承る (mendengarkan, melayani), bentuk -te orimasu -ております, bentuk ‘go… suru‘  ご。。。する, itasu いたす.

Sedangkan untuk menunjukkan penghormatan yang ‘sedang-sedang saja’ kita menggunakan bentuk sopan teineigo 丁寧語 yang diakhiri dengan desu dan masu. Seperti kata ikimasu 行きます (pergi), shimasu します (melakukan), dan kaimasu 買います(membeli). Biasanya pemula pembelajar bahasa Jepang diajari bentuk bahasa sopan teineigo丁寧語 ini terlebih dulu, sebelum diperkenalkan pada bahasa netral yang menggunakan kata bentuk dasar/bentuk kamus.